Minggu, 18 November 2018

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau

pekanbaru | Kamis, 1 November 2018 | Dibaca: 11
Tahun 2018, Baznas Riau Himpun Dana Rp 3,9 Miliar

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau untuk saat ini sudah mulai mendapat hati dari para Muzakki (wajib zakat) dalam menyalurkan zakatnya pada Mustahiq (penerima zakat). Ini ditandai dengan terus bertambahnya dana atau uang yang terhimpun tiap tahunnya.

Wakil Ketua I Baznas Riau yang membidangi masalah pengelolaan pengumpulan zakat, Azwar Aziz mengakui, per bulan Oktober 2018 saja sudah terhimpun dana zakat Rp 3,9 miliar lebih. Jauh dari apa yang sudah didapat pada tahun 2017 lalu yang hanya Rp 2,3 miliar lebih.

"Alhamdulillah, saat ini sampai Oktober 2018 sudah jauh melampaui apa yang sudah didapat dari tahun 2017. Tahun lalu hanya Rp 2,3 miliar sedangkan untuk saat ini sudah didapat Rp 3,9 miliar, padahal masih ada dua bulan lagi hingga tutup tahun. Dipastikan akan bertambah lagi dana yang terhimpun," katanya dengan penuh keyakinan.

Disampaikan juga, dari jumlah dana zakat yang sudah terhimpun tersebut sudah pula dilakukan penyaluran atau pendistribusian pada Mustahiq dengan jumlah Rp 2,22 miliar atau daya serap mencapai 96,1 persen. "Baznas jadi pilihan dikarenakan Legalitas Jekas, Penyebaran Luas, Terintegrasi Nasional, Akuntable, Program Berkelanjutan dan Menghindari Riya," sebutnya juga.

Ada 5 program di Baznas Riau menurut Azwar Aziz, pertama Riau Cerdas yaitu upaya meningkatkan kecerdasan masyarskat dan kualitas pendidikan. Kedua Riau Dakwah yaitu membangun dan memperkuat keimanan serta ketakwaan masyarakat. Ketiga Riau Sehat yaitu layanan kesehatan bagi kaum dhuafa dan masakin.

Kemudian keemoat Riau Tanggap Darurat (peduli) yaitu upaya menangulangi berbagai musibah yang terjadi. Kelima Riau Makmur yaitu upaya kemandirian Mustahiq sehingga bisa jadi Muzakki dengan pembinaan wira usaha, pemberisn modal usaha dan lainnya.

Disampaikan juga oleh Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FK-KBIHI) Provinsi Riau ini, potensi zakat yang sangat besar itu sebetulnya ada di zakat para ASN dengan jumlah sekitar 13 ribu orang.  Tapi belum optimal penyaluran yang dilakukan. Potensi mencapai Rp 2 Miliar per bulan atau sekitar 25 Miliar per tahun.

Namun yang didapat untuk saat ini jauh dari apa yang diharapkan hanya sekitar Rp 500 juta per tahun.  "Kita berharap untuk kedepannya ada hidayah, ada keberpihakan dari pimpinan ASN yang mengharuskan penyaluran zakat ASN ini lewat Baznas Riau. Sebaiknya zakat mereka dipotong langsung dari gaji yang diterima tiap bulannya," katanya lagi.

Sementara itu saat disinggung mengenai besaran potensi zakat Riau secara keseluruhan, doktor ini kembali menyebutkan, potensi bisa mencapai Rp 1,8 Triliun per tahun. Tapi kenyataannya paling tinggi selama ini yang bisa dihimpun hsnya sekitar Rp 80 Miliar paling tinggi. "Inilah tugas kita dalam mengejar potensi yang ada.  Berharap pengusaha-pengusaha secara individu yang ada di Provinsi Riau untuk salurkan zakatnya ke Baznas," katanya lagi.

Berdasar data monitoring yang dilakukan oleh Baznas Provinsi Riau pada untuk tahun 2018, periode 01/01/2018 - 08/10/2018 Kabupaten Siak pengumpul zakat terbanyak mencapai Rp 8,8 Miliar lebih.  Kemudian Kabupaten Kampar Rp 6,2 Miliar lebih, selalanjutnya Kabupaten Kuantan Singingi Rp 4,5 Miliar lebih, Kota Dumai Rp 3,9 Miliar lebih, Provinsi Riau Rp 3,8 Miliar lebih.

Selanjutnya Kota Pekanbaru Rp 3,7 Miliar lebih, kemudian Kabupaten Pelalawan Rp 3,5 Miliar lebih, Kabupaten Indragiri Hilir Rp 3,4 Miliar lebih, Kabupaten Rokan Hulu Rp 2,1 Miliar lebih, Kabupaten Indragiri Hulu Rp 1,5 Miliar lebih, Kabupaten Bengkakis Rp 1,2 Miliar lebih, Kabupaten Kepulauan Meranti Rp 792 juta lebih dan Kabupaten Rokan Hilir Rp 538 juta lebih.

Untuk monitoring periode 01/01/2017 - 31/12/2017 tetap Kabupaten Siak merupakan daerah tertinggi jumlah penghimpunan zakat yang dilakukan yaitu dengan jumlah Rp 10,3 Miliar lebih. Kemudian disusul dari Kabupaten Kampar dengan jumlah Rp 7,8 Miliar lebih, kemudian Kabupaten Kuantan Singingi dengan jumlah Rp 6,5 Miliar lebih, kemudian Kota Pekanbaru Rp 5,2 Miliar lebih.

Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir Rp 4 Miliar lebih, kemudian Kabupaten Rokan Hulu dengan jumlah Rp 3,9 Miliar lebih.  Kemudian Kota Dumai dengan jumlah Rp 3,8 Miliar lebih, selanjutnya Provinsi Riau dengan jumlah Rp 2,3 Miliar lebih, Kabupaten Pelalawan dengan jumlah Rp 2,2 Miliar lebih, Kabupaten Indragiri Hulu Rp 1,4 Miliar lebih, Kepulauan Meranti Rp 1 M lebih, kemudisn Kabupaten Bengkalis Rp 823 juta lebih dan tetakhir Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah Rp 317 juta lebih. (mediacenterriau)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Sabtu, 17 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018