Selasa, 18 Juni 2019

Sidang dugaan Pencemaran nama baik yang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Yudi Silen, dan dua hakim anggota, Sorta Ria Neva dan Abdul Aziz itu dengan agenda Amar tuntutan itu dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri I-A Pekanbaru, Jalan Teratai, S

Hukum | Senin, 7 Januari 2019 | Dibaca: 127
Sidang Dugaan Pencemaran Nama Baik
JPU Tuntut Toro Ziduhu Laia 18 Bulan Penjara, Denda Rp100 Juta

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Toro Ziduhu Laia alias Toro, pemimpin redaksi sekaligus penanggung jawab media online www.harianberantas.co.id dituntut 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) Syafril SH dan Wilsa SH dalam perkara dugaan pencemaran nama baik Bupati Bengkalis, Amril Mukminin.

Amar tuntutan itu dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri I-A Pekanbaru, Jalan Teratai, Senin, 7 Januari 2019.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Yudi Silen, dan dua hakim anggota, Sorta Ria Neva dan Abdul Aziz itu dengan agenda pembacaan tuntutan.

Selain tuntutan penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, Toro juga dikenakan denda Rp100 juta dalam perkara Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam perkara ini JPU menyatakan bahwa Toro terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3), Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pihak JPU menilai bahwa berita yang dibuat dan publish Toro kedalam media online www.harianberantas.co.id sebanyak 7 kali tayang berturut-turut tanpa melakukan konfirmasi.

Selain itu, JPU juga menilai berita tersebut mengandung unsur menfitnah, tendezius, opini yang menghakimi, sehingga membunuh karakter dan merusak reputasi nama baik dan keluarga Amril Mukminin.

Berdasarkan ini, JPU menilai bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Syafril SH dan Wilsa SH. Perbuatan terdakwa dilakukan sekitar Januari hingga September 2017 lalu. Ketika itu, terdakwa memposting berita-berita di www.harianberantas.co.id dengan judul headline antara lain,

- "Terkait Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis Rp272 M, Bupati Amril Mukminin tak Kebal Hukum.

- Kemudian berita dengan judul "Bupati Amril Mukminin Diduga Terlibat, Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis.

- Judul lain, "Bupati Bengkalis Terancam Dilaporkan Balik ke Polda",

- "Bupati Amril Mukminin Resmi Dilaporkan ke Polda Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos Bengkalis'.

- Kemudian berita dengan judul "Kapolda Riau Pimpin Audiensi Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis".

- Kemudian berita judul "Lagi-lagi Ketua DPRD Bengkalis Terakwa Korupsi Bansos Dituntut 8,6 Tahun Penjara,
 
- "Kapolri Dituntut Usut Dugaan Keterlibatan Amril dkk".

Pantauan ridarnews.com dipersidangan, dalam sidang pembacaan tuntutan tersebut terdakwa Toro didampingi kuasa hukumnya, Yunaldi Zega, SH, yang sempat beberapa kesempatan sidang tak ikut mendampingi terdakwa.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang dan akan dilanjutkan Senin (21/1/19) dengan agenda pembelaan atau Pledoi. (rima)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019

HUKRIM
Senin, 17 Juni 2019
Senin, 17 Juni 2019
Minggu, 16 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019