Jumat, 19 April 2019

Ilustrasi (foto: Internet)

lingkungan | Kamis, 7 Februari 2019 | Dibaca: 299
Dikonfirmasi Pembukaan Kebun Sawit di Daik Lingga, Dirut PT CSA Bungkam

Daik Lingga, RIDARNEWS.COM - Pembukaan lahan kebun Kelapa sawit seluas 11.000 Ha dua Kecamatan Daik Lingga Timur dan Utara, Provinsi Kepulauan Riau mendapat kecaman keras dari Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi dan Kriminal Ekonomi IPSPK3-RI, Ir Ganda Mora, M.Si.

Menurut alumnus pascasarjana UNRI lingkungan Hidup, arela Kelapa sawit itu masih ditumbuhi tegakan kayu yang masih produktif yang sebagai tata kelola air, dan bila ini terjadi akan mengakibatkan banjir di dua kecataman itu.

"Peruntukan kelapa sawit pinggiran pantai akan berpotensi lingkungan hidup yang mengancam ekosistem laut, apalagi dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor : 8 Tahun 2018 tentang Moratorium Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit," kata Ir Ganda Mora Ketum IPSPK3-RI, Kamis 7 Februari 2019 siang.

Yang lebih para lagi, jika pembukaan kebun tetap dilakukan maka, Pestisida, pupuk akan masuk kelaut akan mengancam punahnya makhluk endikmik contohikan Tuna, Napoleon dan terumbu karang mengacam Kelestarian UU 32 tahun 2019 tentang Lingkungan Hidup.

Dalam pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 dan paling banyak Rp3.000.000.000,00.

IPSK3-RI mendukung pemerintah kabupaten Daik Lingga atas penolakan keras pembukaan kebun di 14 desa tersebar 2 kecatamantan Daik Lingga Utara dan Timur.

Ia menyarankan agar lokasi pembukaan kebun dipindahkan ke areal yang memungkinkan.

Sebelumnya, Alias Wello yang akrab disapa Awe juga melarang keras izin lokasi dan izin usaha perkebunan kelapa sawit seluas 10.759 hektar di Lingga Utara dan Lingga Timur sudah pernah diberikan kepada PT. Citra Sugi Aditya melalui Keputusan Bupati Lingga Nomor : 160/KPTS/IV/2010, tanggal 26 April 2010, segera ditinjau ulang dan dibatalkan oleh pemerintah.

Terpisah, Tri Supartoyo selaku Direktur Utama PT Citra Sugi Aditya saat dikonfirmasikan Kamis 7 Februari 2019, saat dihubungi melalui selular genggamnya, nomor 0813 1400 0XXX, tidak bersedia mengangkat. Begitu juga saat dihubungi lewat WAnya juga menutup diri saat dihubungi lewat ponselnya. (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019

HUKRIM
Senin, 15 April 2019
Kamis, 11 April 2019
Selasa, 9 April 2019
Selasa, 9 April 2019
Selasa, 9 April 2019