Jumat, 26 April 2019

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kedatangan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI beserta rombongan untuk mengantisipasi Abrasi dan Kebakaran Hutan dan Lahan dikawasan Gambut, di ruang Melati Kantor Bupati, Jumat, (12/4/2019).

meranti | Jumat, 12 April 2019 | Dibaca: 100
Antisipasi Abrasi dan Karhutla, Pemkab Meranti dan BRG Gelar Pertemuan

MERANTI, RIDARNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kedatangan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI beserta rombongan untuk mengantisipasi Abrasi dan Kebakaran Hutan dan Lahan dikawasan Gambut, di ruang Melati Kantor Bupati, Jumat, (12/4/2019).

Hadir dalam pertemuan itu, Deputy 4 BRG RI Dr. Haris Gunawan, peneliti Belanda Johan Kef, Prof. Aslahudin Jalil, Dr. Sigit, C. Nugroho, Azwar Maas, Kepala Bappeda Meranti Dr. Makmun Murod, Jaka Insita Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kalaksa BPBD Meranti Drs. Edi Afrizal M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Hendra Putra, Kepala Dinas Perkebunan Meranti T. Effendi, Camat Rangsang Drs. Tunjiarto M.Si, Kabid Litbang Bapeda Meranti Ardiansyah dan lainnya.

Dalam sambutannya, Deputy 4 BRG RI Dr. Haris Gunawan menjelaskan kedatangan mereka untuk menindaklanjuti pertemuan Kemenko Maritim dengan Pemkab Meranti sebagai bentuk sinergitas dalam penanganan Abrasi yang semakin meluas di Negeri Sagu.

Seperti diketahui, panjang abrasi dibibir pantai Kepulauan Meranti saat ini sudah mencapai 106 KM dan Abrasi ini masih terus terjadi dengan rata-rata luas 13.5 Ha pertahun diseluruh bibir pantai.

Menurut Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod, penanganan Abrasi di bibir pantai Meranti dibutuhkan dana yang tidak sedikit, dari penghitungan terakhir pembuatan pemecah ombak penahan abrasi diperlukan dana sebesar 3 Triliun lebih.

Selanjutnya kedatangan BRG RI adalah untuk megantisipasi kebakaran lahan saat musim kemarau panjang yang diprediksi pada Mei mendatang terutama di Pulau Rangsang.

Kemudian kedatangan BRG RI adalah untuk menghimpun informasi dari berbagai pihak dalam penanganan abrasi dan kebakaran lahan untuk dibuat program strategis.

Dan terakhir adalah untuk menyiapkan konsep riset jangka menengah dan panjang di Pulau Rangsang sebagai Pusat Restorasi Gambut melalui Pendekatan Tata Ruang.

Selanjutnya, Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod, menyampaikan rombongan BRG dan Kepala Dinas terkait soal penanganan Abrasi dan Kebakaran Hutan dan Lahan dikawasan Gambut Meranti.

"Mulai dari anggaran antisipasi Abrasi dibibir pantai yang cukup besar hingga strategi penanganan kebakaran lahan yang didukung dengan ketersediaan peralatan pemadam yang memadai," kata Makmun Murod.

Hal senada juga dikatakan Kalaksa BPBD Meranti Drs. Edi Afrizal M.Si dan Camat Rangsang Drs. Tunjiarto M.Si yang berharap jelang memasuki musim kemarau pada Mei mendatang pihak BRG RI dapat menurunkan bantuan peralatan sehingga aksi cepat pencegahan resiko kejadian kebakaran dan penanganan kebakaran di Pulau Rangsang dapat dilakukan dengan optimal.

Setelah mendengarkan seluruh masukan dari praktisi lingkungan hidup Abdul Manan dan Dinas terkait, Tim BRG RI mengaku telah mencatat semua usulan dan akan menindaklanjuti dengan penyusunan program aksi prioritas. (Humas Pemkab. Meranti).



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019

HUKRIM
Selasa, 23 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Senin, 15 April 2019
Kamis, 11 April 2019
Selasa, 9 April 2019