Minggu, 20 Oktober 2019

Ilustrani (Internet)

politik | Jumat, 19 April 2019 | Dibaca: 160
Tak Dapat Memilih, Ratusan Warga Kota Pangkalan Kerinci Kecewa

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Ratusan warga Kota Pangkalan kerinci kecewa karena tak dapat menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 17 April kemarin.

Mereka tak bisa memilih karena tidak mendapat surat undangan untuk memilih. Padahal, mereka sudah lama tinggal di Pangkalan Kerinci punya KTP alamatnya di Pangkalan kerinci. Bahkan meraka sudah tinggal di Pangkalankerinci sebelum berdiri Kabupaten Pelalawan.

Salah seorang dari ratusan warga itu adalah Syamsi warga Pangkalan Kerinci Timur. Syamsi mengaku kesal dan kecewa karena tidak bisa memilih. Untuk itu, ia meminta penegak hukum agar menindak KPU, karena sudah merugikan hak pilih warga.

"Sebagai warga negara hak saya untuk memilih diatur undang-undang dimana setiap warga negara itu berhak menentukan pemimpinnya. Namun, Rabu 17 April 2019 seharusnya saya menyalurkan suara saya di TPS tempat saya tinggal malah tidak bisa karena saya tidak mendapat surat undangan dari penyelenggara," ujarnya.

Syamsi menjelaskan, bahwa memiliki KTP dengan alamat di Pangkalan Kerinci. Syamsi menegaskan, bahwa dia tinggal di Pangkalankerinci jauh sebelum Kabupaten Pelalawan berdiri.

"Saat saya mendatangi TPS di tempat saya tinggal, dan saya didaftarkan untuk memilih lewat KTP elektronik, tapi dikarenakan surat suaa sudah habis akhirnya saya dengan teman teman lain tidak bisa memilih dan pulang penuh kekecewaan.

Atas peristiwa itu, Syamsi dan warga yang tak bisa memilih mempertanyakan dasar penyelenggara menentukan jumlah pemilih di Pangkalan kerinci. Sebab, selain tidak terdatanya semua warga yang berhak memilih juga kacaunya dalam penetapan TPS warga. Seperti yang dialami keluarga Dedi yang tinggalnya di Gg Famili. Dedi tidak dapat undangan, sementara istrinya dapat surat undangan. Hanya saja TPSnya sekitar 2 kilometer dari tempat tinggalnya.

Rasa kecewa juga disampaikan Iwan tidak mendapat surat undangan. Menurut Iwan, saat pemilihan Gubri dia mendapat surat undangan, namun pada Pemilu namanya tak masuk DPT.

"Kami merasa dirugikan dalam bernegara. KPU selaku penyelenggara harus bertanggung jawab atas perbuatannya," terang Iwan. (Ishar.D)

BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Jumat, 18 Oktober 2019
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019

HUKRIM
Sabtu, 19 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Kamis, 17 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019