Kamis, 17 Oktober 2019

Ilustrani (Internet)

ekonomi | Rabu, 15 Mei 2019 | Dibaca: 168
Perang Dagang AS vs China, Harga CPO Tertekan

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM  - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Republik Rakyat China (RRC) berdampak pada harga Crude Palm Oil (CPO) dunia termasuk Indonesia. Dimana harga CPO Indonesia akan tertekan selama perang dagang AS vs China belum ada penyelesaian.

Saat ini, tekanan sentimen negatif terhadap produk tersebut makin meningkat karena menurunnya permintaan. Sebab, Uni Eropa berencana akan mengganti konsumsi minyak kelapa sawitnya.

"Secara fundamental harga CPO masih tertekan akibat jumlah permintaan yang menurun, salah satunya dari rencana Uni Eropa yang berencana mengganti konsumsi minyak kelapa sawitnya," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Rabu (15/5/2019).

Ditambah lagi, ungkap Neni, keputusan Presiden AS, Donald Trump yang menaikkan bea impor produk China sebesar 25 persen telah memanaskan perang dagang AS-China.

"Yang mana, perang dagang antara AS dan China ini juga ikut menekan harga CPO dunia," tuturnya.

Akibatnya, harga tandan buah segar (TBS) penetapan periode 15-21 Mei 2019, kembali mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar dialami oleh kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp52,93 per kilogram.

"Pekan ini masih terjadi penurunan harga, bahkan mencapai 3,69 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.381,1 per kilogram," pungkasnya. (mdc)

BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019
Senin, 23 September 2019

HUKRIM
Rabu, 16 Oktober 2019
Selasa, 15 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Minggu, 13 Oktober 2019