Selasa, 16 Juli 2019

anggota DPRD Rohil Imam Suroso

rohil | Jumat, 24 Maret 2017 | Dibaca: 142
Imam Suroso Minta BKD Berikan Data Valid Jumlah Tenaga Honorer di Rohil

Bagansiapiapi, Ridarnews.com -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Imam Suroso meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rokan Hilir memberikan data valid terhadap sejumlah tenaga honorer yang ada di Rohil.

Pasalnya, mendengar tentang isu wacananya pemerintah ingin merumahkan tenaga honorer, untuk DPRD minta data ril dari pemerintah, agar tidak ada kegaduhan teman-teman honorer,"kata anggota DPRD Rohil Imam Suroso kepada wartawan, Selasa (21/3/2017) kemarin.

Kata Imam, legislatif sangat berharap ada komunukasi antara pemerintah dengan DPRD, supaya kita bisa mencari solusi bersama supaya isu-isu yang berkembang selama ini bisa kita tepiskan.

"Mengenai tenaga honorer saya pribadi jangan sampai ada yang dirumahkan. Masalah tenaga honorer ini gawe ya Bupati," sebut Politisi Demokrat ini.

Lanjut Imam, sebelum revisi UU ASN di sahkan, saya meminta kepada pemerintah jangan merumahkan dahulu tenaga honorer ini. DPRD Rohil mendukung penuh baik secara lisan maupun secara tertulis.

"Sebelum ada hasil, kami minta pada pemerintah Rokan Hilir jangan melakukan perumahan tenaga honorer ini, sebelum revisi UU ASN di sah kan," terangnya.

Tambah Imam, emang ada kabupaten/kota di Riau yang melakukan perumahaan tenaga honorer, tetapi kabupaten kota tersebut memanggil kembali tenaga honorer tersebut untuk dipekerjakan.

"Pada akhir Desember tahun 2016 lalu data tenaga honorer di Rohil 12 hingga 13 ribu. Di waktu kita hearing bersama SKPD terkait bulan maret 2017 tersebut jumlah tenaga honorer Rohil kita melonjak sampai 19 ribu orang," paparnya.

Untuk itu, Imam minta kepada pihak BKD supaya mempertegaskan masalah ini kepada komisi A DPRD Rohil. Kita minta data yang tenaga honorer yang capai 19 ribu ini darimana. Kita tidak ada sistem tipu-tipu, kalau emang 19 ribu ayok mana datanya kami sudah berkali kali meminta data yang ril kepada BKD hingga sampai kini belum kami terima.

"DPRD sangat kecewa dengan sikap BKD yang tidak mau memberikan data yang ril kepada DPRD, supaya jelas berapa jumlah tenaga honorer yang ada di rohil. Kalau emang 19 ribu mana datanya. Namun kalau saya memandang BKD tidak ada keterbukaan kepada kita," tandasnya.

Politisi partai Demokrat berharap kalau ada hearing lagi terkait dengan tenaga honorer, saya meminta angka yang pasti saja, apakah 12, apakah 13 atau 19 ribu. Saya dapat bocoran beberapa waktu lalu pada masa kepada dinas pendidikan masih Ir Amiruddin untuk tenaga pendidikan itu datanya capai 5 ribuan sekarang mencapai 8 ribuan dimana ketemuanya data tersebut.

Makanya kita valid kan data itu, karena isu-isu seperti ini semakin hangat. Kami akan bekerja akan hati -hati menanggapi isu-isu ini mudahan tidak ada tenaga honorer dirumahkan. (di)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 10 Juli 2019
Selasa, 2 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
Minggu, 30 Juli 2019

HUKRIM
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Kamis, 11 Juli 2019
Kamis, 11 Juli 2019