Jumat, 16 November 2018

Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus, ST, MT didampingi Rusli Effendi memotong pita menandakan peresmian atau Soft Launching Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani yang terletak di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Jum'at (26/1/18) lalu.

adv | Jumat, 09 Februari 2018 | Dibaca: 90
RSD Madani Harap Pinta Belasan Tahun Warga Pekanbaru

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Kehadiran sebuah rumah sakit merupakan dambaan masyarakat di sektor kesehatan. Tidak terkecuali masyarakat Kota Pekanbaru.

Kendati sudah ada belasan rumah sakit, namun, masyarakat Kota Pekanbaru berjuluk Kota Madani tetap butuh pusat kesehatan bernama rumah sakit.

Dambaan masyarakat itu ditangkap Pemerintah Kota Pekanbaru dengan mewujudkan sebuah sakit yang representatif.

Ya. Pemerintah Kota Pekanbaru kemudian membangun Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani.

Ini merupakan rumah sakit pertama yang dibangun Pemerintah Kota Pekanbaru semenjak kota ini berdiri.

Ini merupakan pertama yang dibangun pemerintah kota Pekanbaru. Sebab, pemerintahaan sebelumnya baru membangun puskesmas rawat ini dan pusat kesehatan lainnya, tapi belum rumah sakit.

Untuk itu, Pemko Pekanbaru membangun RSD Madani yang saat ini sudah berdiri megah di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Hebatnya lagi. RSD Madani dibangun disaat keuangan Pemko Pekanbaru dilanda 'badai' pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.

Akan tetapi, semua itu tak menyurutkan niat Walikota DR. Firdaus, ST, MT yang telah berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan warganya. Salah satunya dengan mendirikan rumah sakit yang diberi nama rumah sakit daerah (RSD) Madani.

RSD Madani dibangun dengan sistem proyek multiyears (3 tahun anggaran) yang dimulai tahun anggaran 2014 dengan total pagu anggaran Rp90 miliar dengan nilai kontrak Rp80,9 miliar itu, diresmikan pada Jum'at (26/1/18) lalu.

Sebenarnya, rumah sakit ini bisa diselesaikan pada akhir jabatannya pada periode pertama. Namun peresmian penggunaannya atau soft launching, baru dilakukan pada akhir Januari 2018 lalu, enam bulan setelah Firdaus dilantik masa periode kedua.

Pusat pelayanan kesehatan yang dikelola pemerintah itu menjadi salah satu rumah sakit favorit disamping Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad milik Pemprov. Karena posisinya yang strategis juga sangat menguntungan masyarakat Kecamatan Tapung, Tambang, Kabupaten Kampar.

Disisi lain, pembangunan rumah sakit Daerah Madani ini juga semakin menggairahkan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Pekanbaru khususnya di Kecamatan Tampan yang saat sudah berkembang pesat.

Apalagi, setelah diresmikannya rumah sakit Madani tentu akan semakin memanjakan konsumen real estate di Kecamatan Tampan.

Ratusan ribu penghuni puluhan perumahan di Kecamatan Tampan tak perlu lagi jauh-jauh berobat ke RSUD Arifin Ahmad di Jalan Hang Tuah yang sebelumnya menjadi tumpuhan mereka.

Memang ada dua rumah sakit besar dan modern di Kecamatan Tampan, tapi itu milik swasta. Bagi masyarakat golongan bawa berobat kerumah swasta merupakan pilihan terakhir.

Peresmiannya berlangsung meriah. Selain pejabat, ribuan masyarakat juga ikut menyaksikan peresmian RSD Madani.

Mereka tidak hanya warga Kecamatan Taman, tetapi ada juga yang datang dari kecamatan sekitar Kota Pekanbaru, seperti Siak Hulu, Tambang dan Tapung, Kabupaten Kampar.

''Kita memang kekurangan fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah. Apalagi untuk Panam dan Payung Sekaki, selama ini berobat harus ke pusat kota. Kalau tidak harus ke rumah sakit swasta,'' kata Syahrizal, warga Jalan Merpati Sakti, Panam.

Apa yang disampaikan Syahrizal sama halnya dengan Bustami, Ketua RT di Perumahan Tarai Gading Panam. Menurut Bustami, dibangunya rumah sakit ini sangat membantu warganya dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

''Kalau rumah sakit swasta mahal. Kalau dibawa ke RSUD Arifin Achmad terlalu jauh dan terkadang harus menunggu. Pokoknya susahlah, ungkap Bustami.

"Dengan adanya RSD Madani ini kami sangat terbantu,'' kata Bustami.

Apa yang disampaikan Bustami dan Syahrizal adalah bukti betapa rindunya masyarakat dengan fasilitas kesehatan ini. Apalagi rumah sakit ini dikelola pemerintah, tentu saja biayanya tidak akan mencekik leher dan akan banyak kemudahan bagi masyarakat. Rumah sakit ini merupakan harap pinta masyarakat Pekanbaru sejak lama.

Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, saat peresmian menegaskan, bahwa dirinya sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan janji politiknya. Dia menyebut, seusai dilantik pada 2012, dia memang langsung tancap gas dan melakukan rencana aksi pembangunan Rumah Sakit tersebut.

"Masyarakat Pekanbaru telah lama menanti Rumah Sakit ini. Selama ini, RSUD Arifin Achmad tidak mampu menampung pasien-pasien yang sebagian besar merupakan pasien dari Kota Pekanbaru. Alhamdulillah, hari ini kita dapat menghadirkan Rumah Sakit Madani untuk masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya," kata Firdaus.

Disamping itu, dia menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadikan RSD Madani sebagai Rumah Sakit yang ramah atau lebih dikenal dengan istilah green hospital. Ramah secara lingkungan dan ramah secara pelayanan dan fasilitas.

Konsep Green Hospital ini pernah ia laporkan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Menteri Kesehatan RI saat itu sangat mengapresiasi langkah beliau dalam mengembangkan konsep Green Hospital. Firdaus bahkan mengatakan bahwa Menteri kesehatan meminta dibuatkan prototype dan dijadikan model ke daerah lainnya.

"Kata Ibu Menkes, konsep green hospital bukan saja bangunannya, tapi juga manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan, kita realisasikan sekarang ini," kata Firdaus.

Setelah dilakukan soft opening, Pemko akan langsung membuka pelayanan. Setidaknya ada 13 pelayanan kesehatan yang bisa dilakukan rumah sakit ini. Di antaranya poli gigi, poli umum, poli spesialis anak, kandungan, paru-paru, THT, urologi, jantung, kulit, IGD, laboratorium serta bedah palsik dan akupuntur.

Firdaus juga menyatakan bahwa untuk awal ini, RS Madani ini akan digratiskan dalam pengobatannya, walau memang belum dapat meng-cover semua pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Riau, dr. Asnan mengatakan, RSD Madani sudah dapat menerima pasien rujukan dari kabupaten/kota lainnya. Dengan syarat, rumah sakit asal itu memiliki tipe sama dengan RSD Madani atau dibawahnya.

"Boleh menerima pasien rujukan jika RS Pemerintah (RSUD Arifin Ahmad, RS Petala Bumi dan RSJ Tampan) tidak mampu menampung pasien. Itupun standarnya harus tipenya sama dan di bawah RSD Madani. Di atas itu sebenarnya juga boleh," kata dr. Asnan.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr. Zaini Rizaldi kepada wartawan mengungkapkan, dengan beropesinalnya RSD Madani menambah satu lagi fasilitas kesehatan untuk rujukan Spesialis di Kota Pekanbaru.

Sedangkan Plt Direktur RSD Madani, dr.Dian Astuty, M.kes, memaparkan, beroperasinya RSD Madani masyarakat punya pilihan untuk berobat.

"Ini mimpinya bapak Walikota kita agar masyarakat kita berobatnya tidak jauh-jauh," ujarnya. (rima/adv)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Sabtu, 10 November 2018