Selasa, 18 Desember 2018

dumai | Selasa, 20 Maret 2018 | Dibaca: 87
Kata Nanang, Izin KT Rokky Sentosa Gunakan Kepmenhub 1161 Tahun 2012.

DUMAI,RIDARNEWS.COM - Managemen Kantor Cabang PT. Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) Dumai, Nanang Hartono yang dikonfirmasi awak media melalui hubungan seluler, Senin (19/3/2018) lalu terkait dugaan Izin Operasional yang kedaluarsa mengatakan, bahwa Izin operasional tug boat KT Rokky, Sentosa II, dan III menggunakan Izin Kepmenhub No.1161 Tahun 2012. Namun, setiap 2 (dua) tahun Izin operasional dan fisik kapal tersebut dievaluasi oleh Kementerian Perhubungan RI.

Menurut Nanang, petugas yang turun melakukan evaluasi dan pengecekan fisik kapal dari Dirjend Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama petugas KSOP Dumai hingga saat ini PT.PTB masih menggunakan Izin Kepmenhub 1161, dan belum ada perubahan.

"Izin tidak kedaluarsa sebab per dua tahun di evaluasi," kata Nanang Hartono.

Nanang tidak menafikan jika KT Sentosa 2 dan 3 yang sudah menua. Namun soal laik tidaknya pengoperasian KT Sentosa dan Rokky itu adalah domainnya Kementerian Perhubungan.

"Terkait kekuatan KT. Sentosa II, berkekuatan 2 X 1000 TK (Tenaga Kuda) sedangkan KT. Sentosa III, berkekuatan 2 X 1200 TK, Izin operasionalnya masih menggunakan Kepmenhub 1161 untuk lebih jelas silahkan tanyakan saja ke Kementerian Perhubungan RI," tukasnya.

Keterangan yang dihimpun awak media di lapangan, PT PTB melakukan kegiatan pandu dan tunda di perairan Selat Rupat Dumai meliputi kawasan industri Lubuk Gaung dan Bangsal Aceh Kecamatan Sei. Sembilan Kota Dumai.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, ada 8 (delapan) perusahaan industri besar yang menjadi relasi PT. PTB namun hingga saat ini belum memiliki konsesi untuk pangkalan sandar kapal. Katanya, PT PTB menumpang di dermaga pangkalan TNI AL Dumai.
Belum adanya konsesi pangkalan berlangsung sejak PT. Kebun Asri kemudian dilanjutkan dengan PT. PTB, padahal konsesi pangkalan merupakan persyaratan untuk pengurusan izin operasional tunda dan pandu, sebut sumber yang layak dipercaya.

Perusahaan industri yang menggunakan jasa pandu dan tunda tersebut, bergerak dibidang pengolahan CPO (crude palm oil) dan inti sawit, dan pengantongan semen. Kapal yang di tunda KT. Sentosa II dan III, dan KT Rokky yakni kapal tengker ukuran raksasa berkapasitas puluhan ribu ton, dan berukuran panjang seratusan meter. Sementara yang melakukan bongkar muat CPO dan curah kering masing-masing perusahaan telah memiliki Tersus (terminal khusus) diantaranya PT. SDS, Ivo Mas group, Semen Padang, IBP dan Maredan.

Ironisnya kapal tunda yang digunakan PT. PTB yang sudah lanjut usia, tahun pembuatannya 1976 sudah saatnya di mesiumkan, namun masih saja diizinkan melakukan aktivitas tunda di perairan Selat Rupat Dumai.(s.purba)

 



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Jumat, 14 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Rabu, 12 Desember 2018

HUKRIM
Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018