Selasa, 22 Mei 2018

Badan Restorasi Gambut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait perusakan tiga sekat kanal di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

lingkungan | Sabtu, 12 Mei 2018 | Dibaca: 12
Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
BRG Minta Pelaku Perusakan Tiga Sekat kanal Diungkap

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Badan Restorasi Gambut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait perusakan tiga sekat kanal di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Pada 9 Mei 2018, Badan Restorasi Gambut (BRG) yang diwakili Kasubpokja Kemitraan Pengaduan dan Resolusi Konflik BRG, Dr Eko Novi dan petugas penanganan pengaduan, Suryadi SH bersama masyarakat melakukan verifikasi pengaduan pada lokasi sekat kanal di Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.

Sekat kanal tersebut dibangun masyarakat bersama dengan mitra dari Jikalahari dan WWF. "Sekat kanal bermanfaat bagi masyarakat dalam pencegahan kebakaran serta pengairan lahan pertanian. Ini sangat disayangkan disaat pemerintah sedang berupaya untuk merestorasi gambut dengan program sekat kanal sebagai salah satu upaya untuk membasahi gambut, tapi telah dirusak," kata Eko Novi, Jumat, 11 Mei 2018.

Ditambahkan petugas penanganan pengaduan BRG, Suryadi, dari hasil verifikasi, ditemukan jejak alat berat di sekitar lokasi sekat kanal yang rusak. Sekat kanal yang rusak memiliki lebar 3 meter, lebar sayap 7 meter dan dibangun dengan kayu nibung dengan diameter 15 sentimeter (Cm).

"Perusakan sekat kanal yang dibangun tahun 2015, jelas tindak pidana. BRG bersama dengan mitra akan mendorong agar pelaku perusakan tiga sekat kanal diungkap," tukas Suryadi yang juga aktivis lingkungan ini.

Seperti diketahui, BRG membuka pos pengaduan di Provinsi Riau. "Pos pengaduan mulai efektif sejak Februari 2018 yang beralamat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Jalan Sudirman," kata Eko.

Pos Pengaduan dibentuk dalam rangka melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pos akan menampung pengaduan masyarakat maupun stakeholder terkait dengan kegiatan restorasi gambut di wilayah Provinsi Riau, pengaduan dapat disampaikan secara langsung kepada petugas penanganan pengaduan atas nama Suryadi, SH dengan Nomor Handphone (HP) (081270466386) atau melalui website www.brg.go.id/pengaduan/ atau facebook badan restorasi gambut #brg#gambut atau sms 1708 ketik BRG(spasi)(isiaduan)#brg# .

Dikatakan Dr Eko Novi, BRG dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2016 yang bertugas untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut di 7 provinsi, yakni Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Papua.

Tahun 2018, Provinsi Riau mendapatkan dana perbantuan dari BRG sebesar Rp49,5 miliar yang dilaksanakan di beberapa kabupaten, yakni Inhil, Rohil, dan Siak, sedangkan pada tahun lalu (2017), kegiatan dilaksanakan di Bengkalis, Meranti dan Dumai.

Kegiatan restorasi gambut di Riau, berupa pembangunan sekat kanal, penimbunan kanal, pembangunan sumur bor hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan oleh daerah dengan koordinasi dan fasilitasi dari BRG.

Di Riau, telah dibentuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD), sebagai Ketua Ahmad Hijazi (Sekdaprov Riau) dan Sekretaris, Ervin Rizaldi yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau. "Tim TRGD kelola anggarannya sendiri," kata Eko.

Pada tahun 2017, ada sekitar 400 sumur bor, 309 sekat kanal yang dibangun. Program BRG itu tersebar di 24 kawasan hidrologis gambut yang sudah ditentukan dan ada kajian analisis. "Program ini jadi sasaran BRG sampai tahun 2020. Jadi kita sudah tentukan kawasan hidrologis, kegiatan tak boleh dilaksanakan di luar kawasan yang telah ditentukan," ujar Eko.  (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Minggu, 20 Mei 2018
Sabtu, 19 Mei 2018
Senin, 14 Mei 2018
Senin, 14 Mei 2018
Senin, 14 Mei 2018

HUKRIM
Senin, 21 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018