Rabu, 19 Desember 2018

Sidang perkara perdata lanjutan di lapangan ini, dipimpin oleh Ketua Mejalis Hakim PN Bengkalis, Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH serta panitera juru sita. Dalam PS itu juga dihadiri oleh penas

Hukum | Selasa, 15 Mei 2018 | Dibaca: 89
Sidang di Lapangan, Direktur PT. Marita Makmur Jaya Hadang Majelis Hakim PN Bengkalis

RUPAT, RIDARNEWS.COM – Sidang lanjutan gugatan 5 Kelompok Tani, yakni Darussalam, Darul Ikhsan, Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan Pasir Indah, terhadap PT. Marita Makmur Jaya (MMJ), dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS), telah digelar di lokasi Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Rabu (9/5/18) lalu.

Sidang perkara perdata lanjutan di lapangan ini, dipimpin oleh Ketua Mejalis Hakim PN Bengkalis, Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH serta panitera juru sita. Dalam PS itu juga dihadiri oleh penasehat hukum (PH) tergugat (PT. MMJ), Heru Susanto SH dan PH penggugat Sabarudin SHI.

Selain itu, juga hadir Direktur Utama PT. MMJ, Maria, penggugat 1 atas nama Johari dan penggugat 2, Ahmad H alias Eka.

Baru saja rombongan sampai di lapangan, Direktur PT. MMJ, Maria langsung datang dan mencegat ketiga Hakim PN Bengkalis beserta para penggugat. Kepada rombongan hakim, Maria pemperkenalkan diri selaku pemilik Perusahaan.

“Tunggu-tunggu, saya sebagai pemilik perusahaan, kita di sini hanya mencari kebenaran, bukan untuk berkelahi, sekarang Johari mana. Mana Johari. Suratnya mana (surat kepemilikan lahan Johari), mana suratnya, “sergah Maria dihadapan ketiga Hakim dan puluhan orang di lapangan.

Melihat gelagat kurang baik tersebut, Ketua Majelis Hakim, Zia Ul Jannah meminta Maria agar menyampaikan sanggahan di Pengadilan, bukan dilokasi."Sanggahannya disampaikan aja di pengadilan, bukan ddisini," kata Zia.

Mendengar kata-kata Zia, Direktur PT. MMJ, Maria langsung terdiam. Setelah itu, barulah Maria mau mengikuti agenda Pemeriksaan Setempat (PS).

Usai pemeriksaan setempat, majelis hakim kemudian menunda sidang dan akan dilanjutkan lagi di PN Bengkalis, Rabu (23/05/18) mendatang, dengan agenda mendengar keterangan saksi dari pihak penggugat.

Sebelumnya telah diberitakan, perkara ini berawal ketika pada 3 Agustus 1999, lima kelompok tani yang sebelumnya menjadikan PT. MMJ sebagai bapak angkat dengan pola KKPA perkebunan sawit menggugat PT. MMJ. Dalam gugatan atas nama Johari seluas 375 H, dan gugatan atas nama Ahmad H alias Eka seluas 600 H.

Pada 3 Agustus 1999 itu, kelompok tani termasuk penggugat, sepakat bahwa pihak perusahaan penguasai lahan di 2 titik tersebut dengan diganti setiap 1 tiitk lahan mendapatkan lahan seluas 109 hektar, dan atau secara keseluruhan seluas 218 H, dengan pola bagi hasil Plasma sistem KKPA.

Namun janji bagi hasil yang sudah disepakati sejak 3 Agustus 1999 lalu, itu tidak pernah terealisasi. Menurut kuasa hukum penggugat, Sabarudin SHI, sampai saat ini pihak PT. MMJ tidak menepati janjinya. (rudi)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Jumat, 14 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Rabu, 12 Desember 2018

HUKRIM
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018