Minggu, 19 Agustus 2018

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Gidion Arif Setiawan yang didampingi Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto, Selasa (29/5/2018) saat gelar expose penipuan dengan modus SMS (Short Message Service) atau pesan singkat berhadiah dan telah banyak me

Hukum | Selasa, 29 Mei 2018 | Dibaca: 39
Tipu Banyak Korban
Petualangan Pelaku Modus SMS Berhadiah, Berakhir di Polda Riau

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - AS (21), pelaku penipuan dengan modus SMS (Short Message Service) atau pesan singkat berhadiah dan telah banyak menipu korban, berhasil ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Gidion Arif Setiawan, mengatakan, tersangka diamankan di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenrang Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, 26 Mei 2018 lalu. "Penipuan dilakukan sejak dua tahun lalu," kata Gidion, didampingi Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto, Selasa (29/5/2018).

Perbuatan tersangka diawali dari membuat website dengan nama http//www.gebyarmkios.com, http//gebyarisiulang-jkt.bogspot.co.id dan http//m-kios-jkt.blogspot.co.id. dalam website itu dicantumkan nama pejabat dan surat dari Departemen Sosial yang tidak valid.

Untuk menarik korban, tersangka mencantumkan hadiah menggiurkan. Empat hadiah utamanya adalah Uang Rp100 juta, Rp75 juta, satu unit sepeda motor dan satu unit smartphone.

"Bagi korban yang tertarik diarahkan membuka salah satu website. Sampai akhirnya korban diminta membayar pajak sebesar Rp3 juta pada Bank Indonesia," kata Gidion.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka menggunakan 23 modem. Satu paket, bisa mengirim 1.900 SMS hanya dalam satu kali kirim. "Total pengirimannya mencapai 43 ribu," tambah Gidion.

Aksi tersangka berakhir saat dirinya dilaporkan korban Benny ke Polda Riau pada 16 April 2018. Polda langsung bertindak cepat dan menyelidiki keberadaan tersangka.

Saat ditangkap tidak ada perlawanan dari tersangka. Dalam aksinya tersangka  sudah meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Selain meminta pulsa, tersangka juga meminta sejumlah uang kepada korban. Dari tangannya disita 23 modem, satu unit laptop dan beberapa gadget.

"Keterangan tersangka melakukan sendiri, suara itu dibuat dengan menggunakan teknik tertentu," tutur Gidion. Ditambahkan Sunarto, tersangka bisa mengaktifkan 23 modem dengan memanfaatkan data korban.

"Untuk mengirimkan hadiah, korban diminta menyertakan data KK dan KTP karena itu dia bisa mengoperasibalkan banyak kartu," ucap Sunarto. Sunarto meminta masyarakat yang menjadi korban ubrun segera melapor ke kepolisian terdekat. "Biar kita tindaklanjuti," pungkasnya.  (mediacenterriau.go.id)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Selasa, 29 Mei 2018
Selasa, 29 Mei 2018
Selasa, 29 Mei 2018
Minggu, 27 Mei 2018
Selasa, 22 Mei 2018

HUKRIM
Kamis, 16 Agustus 2018
Kamis, 16 Agustus 2018
Kamis, 9 Agustus 2018
Sabtu, 4 Agustus 2018
Jumat, 3 Agustus 2018