Kamis, 13 Desember 2018

Bertempat di halaman Kantor Yayasan Masmur, Jalan KH.Ahmad Dahlan, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, anggota DPD RI asal Riau, Maimanah Umar, MA menggelar buka puasa bersama 500 jamaah dan 25 anak yatim dan masyarakat sekitar wilayahnya.

politik | Senin, 4 Juni 2018 | Dibaca: 87
Maimanah Umar, Fokus Membumikan 4 Pilar Kepada Masyarakat Riau

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Anggota DPD RI asal Riau Dr. Maimanah Umar, MA, yang akrab disapa Bunda itu, terus mensosialisasikan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Bumi Lancang Kuning.

Sosialisasi Senin (4/6/18) sore,  untuk yang ketiga kalinya tahun 2018. Untuk yang ketiga ini, digelar di halaman kantor Yayasan Masmur, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Pekanbaru. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 masyarakat dan 25 orang anak yatim yang sengaja diundang senator senior itu.

Acara yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tersebut sekaligus buka puasa bersama guna mempererat tali silatuhrami antara Maimanah Umar dengan konstituennya.

Dalam wejangannya, Bunda mengingatkan, bahwa setiap warga Negara Indonesia tak bisa dilepaskan dari pedoman yang menjadi pilar tegaknya bangsa Indonesia.

Empat pilar tersebut adalah:
1. Pancasila
2. Bhineka Tunggal Ika
3. Undang – Undang Dasar 1945
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Lebih lanjut Bunda menyampaikan, tingginya intesitas sosialisasi 4 Pilar, karena saat ini mulai terjadi degradasi moral dikalangan masyarakat Indonesia dalam berbagai sektor dan elemen, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.

Degradasi moral ini, ungkap Bunda, bukan hanya dialami dikalangan elit politik, tetapi juga melanda masyarakat biasa. Dimana, sudah tidak tampak lagi pengamalan empat pilar berbangsa dan bernegara.

Ditegaskan Bunda, tergerusnya 4 pilar dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara akibat derasnya masuk budaya luar. Hal ini tak bisa dianggap sepele. Karena, sudah masuk dalam katagori serius. Saat ini, bukan lagi pemandangan yang asing melihat sesama anak bangsa saling hujat hanya karena berbeda pendapat atau pemikiran.

Jika dibiarkan, kedepan bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa terkenal dengan budaya cinta damai, tolong-menolong, bergotong royong dan ketika terjadi perbedaan pendapat lebih memilih jalan musyawarah untuk mufakat.

"Tapi sekarang, itu sudah mulai terkikis dengan masuknya budaya asing akibat perkembangan teknologi," kata anggota DPD RI empat periode itu.

Oleh karena itu, bunda menegaskan, berbagai butir dan substansi yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus didengung-dengungkan dan budayakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika substansi 4 pilar itu dipahami dan dihayati oleh seluruh elemen masyarakat, tentunya budaya yang cendrung anarkis, tidak peduli kepada sesama, lambat laun bisa kembali kita perbaiki.

Sebelum menutup kegiatan sosialisai 4 pilar tersebut, Dr. Misharti, S.Ag. M.Si selaku ketua panitia acara yang juga merupakan putri bungsu bunda Maimanah menegaskan, kegiatan sosialisasi empat pilar yang ditaja oleh bunda Maimanah dilaksakan bersamaan dengan kegiatan buka bersama di Yayasan Masmur.

"Harapan kami dengan acara ini setiap warga dapat mengimplementasikan pengamalan 4 pilar seperti yang disamapaikan bunda tadi. Apabila kita ingin bangsa ini tetap utuh dan semakin maju dari masa kemasa, maka kita tidak bisa mengabaikan apalagi meninggalkan 4 pilar kebangsaan," ujarnya.

"Setiap kita berkewajiabn untuk senantiasa mengimplementasikan substansi 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (rima)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 9 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018