Rabu, 12 Desember 2018

Asep Ruhiat, S.Ag, SH, MH, praktisi hukum

Hukum | Selasa, 17 Juli 2018 | Dibaca: 87
Asep Ruhiat Kecam Aksi Anarkis Oknum Satpol PP Kampar Terhadap Demonstran

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Asep Ruhiat, S.Ag, SH, MH, praktisi hukum mengecam keras tindakan anarkis oknum Satpol PP Kabupaten Kampar terhadap tenaga bantu rumah tangga kesehatan (TB-RKT) dan Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) yang berunjukrasa di Kantor Bupati Kampar, Senin (16/7/18) lalu.

Puluhan massa TB-RKT yang didukung GPPI berunjukrasa karena sudah 7 bulan hak mereka tidak dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Namun, bukannya disambut oleh pejabat melainkan justru diperlakukan tidak manusiawi, ditendang dan dipukuli oleh oknum Satpol PP yang tengah berjaga-jaga saat aksi berlangsung.

"Perbuatan itu sudah anarkis, ini tidak boleh terjadi di kantor Pemerintah. Apalagi sebagai institusi Pemerintah, Satpol PP harusnya mengedepankan perlindungan, pengayoman, pelayanan terhadap masyarakat," ujar Asep Ruhiat kepada ridarnews.com, Selasa, 17 Juli 2018.

Menurut Asep Ruhiat, demonstrasi mereka lakukan dengan alasan yang jelas. Dimana sudah 7 bulan hak-hak mereka tidak dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.

"Orang yang menyampaikan aspirasi, kemudian ditentang dan dipuli ini betul-betul tidak manusiawi," tegas Asep Ruhiat.

Asep mengungkapkan, dari informasi yang saya terima baik dari media maupun dari temannya, salah seorang pendemo atas nama Fitriani Winarti (24) hingga saat ini masih terbaring di RSUD Bangkinang akibat aksi brutal oknum Satpol PP Kampar.

Apalagi ungkap Asep, Fitriani yang menjadi korban tindakan anarkis oknum Satpol PP yang menjaga Kantor Bupati Kampar saat demo berlangsung, diduga tengah hamil muda.

Selain Fitriani, David mahasiswa STIE Bangkinang juga menjadi tak luput jadi sasaran kemarahan oknum Satpol PP. Akibat dipukul dan ditendang David pun pingsan dan dilarikan ke RSUD Bangkinang guna mendaptkan perawatan medis.

"Perbuatan pemukulan sudah termasuk tindak pidana penganiayaan. Kalau korbannya mengalami luka berat maka dapat dikategorikan melakukan tindak pidana penganiayaan berat, sebab korban sekarang dirawat di rumah sakit," kata Asep Ruhiat.

Asep melanjutkan, para korban pemukulan tersebut dapat melaporkan oknum Satpol PP Polres Kampar untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (rima)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 9 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018