Senin, 22 Juli 2019

Forum diskusi yang ditaja Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini digelar di Sekretariat Apkasi, Gedung Sahid Sudirman Center lantai 21 Jalan Jenderal Sudirman Kav 86 Jakarta Pusat, Kamis, (05/04/2018).

inhil | Kamis, 5 April 2018 | Dibaca: 132
Sekdakab Inhil Hadiri FGD Kabupaten Penghasil Sagu

TEMBILAHAN, RIDARNEWS.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir (Inhil) Said Syarifuddin mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Bupati menghadiri Focus Group Disscussion (FGD) atau Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu.

Sekdakab berpendapat, pengembangan sagu hendaknya dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kebijakan nasional. Karena rendahnya minat masyarakat mengkonsumsi sagu, termasuk di Inhil.

Forum diskusi yang ditaja Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini digelar di Sekretariat Apkasi, Gedung Sahid Sudirman Center lantai 21 Jalan Jenderal Sudirman Kav 86 Jakarta Pusat, Kamis, (05/04/2018).

Focus Group Disscussion (FGD) ini dihadiri seluruh kepala daerah penghasil sagu, penasihat Khusus Apkasi, Prof Ryaas Rasyid dan Prof Dr Ir HMH Bintoro MAgr selaku pembicara, dan para undangan. Bertindak sebagai moderator Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir.

Sementara Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin didampingi Kepala Dinas Perkebunan Inhil Drs H Eddiwan Shasby, Kepala Sub Bagian Pemerintahan Otda Hj Marini, serta Staf Bagian Pemerintahan Otda Nursila.

Prof Bintoro dalam penjelasannya menyebutkan sagu berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sagu punya potensi luar biasa yang harus dikembangkan ke seluruh Indonesia.

“Peluang pengembangan sagu itu di antaranya dengan melestarikan ekosistem gambut, terdapat di daerah pinggiran atau perbatasan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan penghasilan tambahan melalui sistem tumpang sari berbasis sagu,” terangnya.

Ditambahkannya, teknik tumpang sari memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat memberikan lapangan pekerjaan, pengelolaan kebun sagu yang intensif, sistem ijon pada kebun sagu masyarakat menurun, masyarakat perambah bakau menurun, serta turunnya tingkat pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Masalah pola tanam sagu selama ini adalah rendahnya pemeliharaan oleh petani, jadi dalam hal ini petani kita perlu mendapatkan pelatihan dan pemahaman yang lebih baik,” katanya lagi.

Sekdakab Inhil mendukung tujuan forum ini. Dia menilai bahwa untuk mengembangkan sagu dubutuhkan kerjasama seluruh daerah, mengingat para petani sagu masih belum mendapat perhatian.

“Kami mendukung ini, karena perlu kekuatan bersama. Jika seluruh daerah sudah bersatu padu, maka potensi pengembangan sagu dapat dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Said Syarifuddin menambahkan, sagu di Inhil terdiri dari 2 jenis, yaitu berduri dan tidak berduri.

“Kedepan, kita berharap forum ini dapat memperjuangkan daerah-daerah penghasil sagu sehingga petani sagu dapat lebih sejahtera dan bisa menyatukan kekuatan agar sagu di Inhil dan di Indonesia akan menjadi perhatian semua pihak,” katanya.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan deklarasi dan penyusunan struktur kepengurusan Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Fokus Kapasindo).

Terlepas dari soal itu, Apkasi memiliki visi “Terwujudnya penyelenggaraan Otonomi Daerah (Otda) yang luas, nyata, dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan nasional dalam wadah NKRI.”

Tugas pokok Apkasi ialah memfasilitasi kepentingan pemerintah kabupaten dalam penyelenggaraan Otda melalui peran advokasi, mediasi dan fasilitasi dengan lembaga pemerintah serta non pemerintah, baik dari dalam maupun luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu fungsinya yaitu menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan nasional tentang pemda, serta mendorong promosi potensi daerah untuk meningkatkan pencitraan daerah dalam rangka menghadapi persaingan di tingkat global.

Sebagai mitra pemerintah, Apkasi mendorong promosi potensi daerah tersebut, maka digelar forum ini bertujuan untuk membentuk Aliansi Pemerintah Daerah Penghasil Sagu.

Tujuan khususnya bertumpu pada pengembangan sagu dengan cara mengembangkan tumpang sari sagu, itik, sapi, dan ikan, atau palawija/ hortikultura. Selain itu, membangun kapasitas kelembagaan kelompok tani berbasis sagu, memperluas industri gula cair sagu sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM), serta memperluas pelepasan varietas sagu lokal. (Adv)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 10 Juli 2019
Selasa, 2 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
Minggu, 30 Juli 2019

HUKRIM
Kamis, 18 Juli 2019
Rabu, 17 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019