Senin, 19 November 2018

Membanjirnya produk (kelapa) asal negara tetangga Fillipina ke Singapura, Malaysia dan Thailand, membuat ekspor kelapa asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) anjlok.

inhil | Kamis, 28 April 2018 | Dibaca: 87
Wardan: Pasar Dunia Dikuasai Fillipina, Ekspor Kelapa Inhil Anjlok

TEMBILAHAN, RIDARNEWS.COM - Membanjirnya produk (kelapa) asal negara tetangga Fillipina ke Singapura, Malaysia dan Thailand, membuat ekspor kelapa asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) anjlok.

Demikian diungkapkan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan, baru-baru ini menanggapi fenomena turunnya harga komuditi andalan Inhil.

Menurut Wardan, pangsa pasar ekspor kelapa Inhil, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand telah berhasil ‘direbut’ oleh negara tetangga Fillipina. Padagal kelapa Fillipina di pasar dunia juga dikenal sebagai kelapa dengan kualitas standar.

“Ini lah yang membuat kita kalah dalam persaingan pasokan kelapa ke luar negeri. Padahal sejak 2013, ekspor kelapa Inhil ke negara – negara jiran, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand begitu tinggi. Sekarang permintaan itu malah turun drastis,” jelas Bupati dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil membahas stabilitas harga kelapa, Tembilahan.

Dibeberkan Bupati, sejak 5 tahun silam, tepatnya pada tahun 2013, kawasan perkebunan di Fillipina diterpa bencana angin Bahorok yang meluluhlantakkan ribuan hektare pohon kelapa disana.

Pasca bencana itu, katanya lagi, produksi kelapa Fillipina merosot tajam. Ini membuat kelapa Inhil mendapatkan pangsanya di negara tetangga.

Wardan menyebutkan, tidak berapa lama setelah bencana yang menimpa kawasan perkebunan kelapa Fillipina, masyarakat petani disana melakukan replanting atau penanaman kembali.

“Sekarang, replanting itu telah menghasilkan, kelapa – kelapa di Filipina telah memasuki usia produktif dan menghasilkan kelapa – kelapa dengan kualitas standar. Sehingga pangsa pasar yang sempat dikuasai Inhil kembali direbut,” kata Wardan lagi.

Minimnya permintaan tidak berbanding lurus dengan banyaknya penawaran. Bupati yang mengaku pernah berdialog dengan direksi PT Pulau Sambu Guntung (PSG) mengatakan, bahwa saat ini pasokan perusahaan industri pengolahan kelapa itu sudah melampaui batas kebutuhan.

“Saat saya tanyai pihak perusahan, mereka mengatakan membutuhkan pasokan 2 juta butir kelapa per harinya. Sejak 3 tahun lalu mereka hanya dapat pasokan sekitar 800 ribu per hari. Sekarang, PSG mendapat penawaran sebesar 5 juta butir per harinya. Tentu over kapasitas. Ini juga menjadi masalah,” jelasnya.

Menurut Wardan, kelebihan penawaran komoditas kelapa ini kerap kali menimbulkan problem baru. Sehingga banyaknya penawaran, kapal – kapal pengangkut kelapa terpaksa mengantre untuk membongkar kelapa yang dibawa.

“Karena mengantre terlalu lama, banyak kejadian kelapa yang berada pada tumpukan bawah itu menjadi busuk dan bertunas,” katanya seraya menambahkan akhirnya masyarakat petani Inhil merugi. (ADV)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018