Jumat, 16 November 2018

Siswa dari SMA Muhammadiyah 15 menjadi korban di tawuran pada Sabtu, 1 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

nasional | Kamis, 6 September 2018 | Dibaca: 85
Diduga Tawuran Tragis di SMAN 32, Skenario Alumni

JAKARTA, RIDARNEWS.COM - Diduga tawuran yang melibatkan puluhan remaja berstatus pelajar SMA di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah diatur oleh sejumlah alumni sekolah SMAN 32.

"Ada yang buat skenarionya untuk bertemu tawuran. Salah satunya dari alumni sekolah kami," kata Wakil Kepala SMA Negeri 32 Jakarta, Sujoko, di ruang kerjanya, Selasa, 4 September 2018.

Tawuran antar anak remaja pada Sabtu lalu itu, berujung maut. Seorang pelajar dari SMA Muhammadiyah di kawasan Slipi, Jakarta Barat, berinisial AH, 16 tahun, tewas dihujani sabetan senjata tajam.

Bahkan, korban yang sudah bersimbah darah dan tak berdaya disiram dengan air keras.

Polisi, kata Sujoko, masih memburu satu alumni SMAN 32 yang baru lulus tahun ini. Remaja yang diduga otak tawuran tersebut hingga saat ini belum mengambil ijazah.

"Dari keterangan polisi yang digali dari siswa yang ditangkap, alumni yang mengajak dan mengatur tawuran," ucap Sujoko.

Menurut Sujoko, polisi telah menjemput 26 siswa SMAN 32 sejak Ahad sampai Senin kemarin. Namun, sebagian yang dijemput telah dikembalikan kepada orangtuanya karena tidak terlibat secara langsung.

"Sebab dari 26 yang dijemput ada pelaku yang membawa senjata tajam, penggembira (ikut-ikutan) dan ojek yang mengantari teman mereka ikut tawuran," ujar Sujoko.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Stefanus Tamuntuan mengatakan tawuran antargeng remaja ini telah direncanakan.

Sebab, salah satu dari anggota mereka membuat kesepakatan di media sosial untuk melakukan duel. Namun, duel berujung maut.

"Setelah saling tantang lewat Instagram, mereka janjian untuk menentukan lokasi tawuran," ujar Stafanus. "Setelah itu, mereka kabari lagi teman mereka di grup chat masing-masing untuk tawuran."

Untuk menghindari warga mencegah mereka, menurut Stefanus, para remaja tersebut merencanakan tawuran pada dini hari sekitar pukul 03.30. Sebab, kondisi lingkungan dan jalan masih sepi. "Pengawasan dari warga maupun petugas juga berkurang," ujar Stefanus.

Tawuran yang terjadi pada Sabtu dini hari lalu itu, ujar Stefanus, melibatkan lebih dari 50 pelajar. Bahkan, kata dia, tawuran di kawasan Kebayoran Lama kemarin tidak bisa lagi disebut tawuran pelajar. Melainkan, Stefanus berujar, "Ini sudah tawuran antargeng remaja yang anggotanya adalah pelajar."

"Kami masih terus kembangkan kasus tawuran ini, karena sangat sadis. Bahkan, setelah dibacok, korban masih disirami air keras. Masih ada pelaku lain yang belum tertangkap," kata Stefanus.

Pengakuan Siswa dan Alumni SMAN 32

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui, mereka yang terlibat tawuran bergabung dalam geng Gusuran Donat atau Gusdon. Geng ini beranggotakan siswa SMA 32, Madrasah Annajah, dan Husni Thamrin.

Satu siswa yang menjadi pengurus OSIS SMA Negeri 32 mengatakan, kelompok Gusdon sudah familiar di lingkungan sekolahnya. Istilah Donat diambil dari singkatan SMP 267 atau dua (dalam ejaan lama ditulis doea) enam tujuh. Sekolah yang berada di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu sudah digusur. Lokasi gusuran itu dijadikan tempat berkumpul kelompok ini.

"Memang sebagian siswa pria sering nongkrong di sana," kata siswa yang tidak mau disebut namanya itu, Selasa, 4 September 2018. Namun dia tidak menyangka teman-temannya terlibat tawuran. "Kami tidak pernah ada perselisihan dengan (SMA) Muhammadiyah," ujarnya.

Seorang alumni SMAN 32 yang juga memberikan tanggapan serupa. Dia mengatakan, siswa SMAN 32 nyaris tidak pernah tawuran karena takut dipecat dari sekolah. “Terakhir kali tahun 2017,” katanya. "Setelah itu tidak pernah mendengar lagi sekolah saya ada tawuran."

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Stefanus Tamuntuan menyatakan siswa yang terlibat tawuran akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Saat ini lebih dari 20 siswa diperiksa. Sebagian dipulangkan karena terbukti tidak terlibat. (tempo.co)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Sabtu, 10 November 2018