Jumat, 16 November 2018

Produsen tahu tempe di Kota Baubau terpaksa memilih mengurangi produksi usaha dan mengurangi ukuran bentuk tahu tempe(KOMPAS.com/ DEFRIATNO NEKE)

ekonomi | Minggu, 9 September 2018 | Dibaca: 85
Rupiah Anjlok, Produsen Tahu dan Tempe Kurangi Produksi

BAUBAU, RIDARNEWS.COM - Produsen tahu tempe di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara terpaksa memilih mengurangi produksi dan ukuran bentuk tahu tempe akibat tingginya harga bahan baku kacang kedelai impor akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Pengaruhnya besar sekali. Waktu dolar masih di bawah Rp15.000 harganya (kedelai) masih turun juga, sekarang itu sudah tinggi sekali,” kata pengusaha tahu tempe Kota Baubau, Sutarno, saat ditemui di rumahnya, Kamis, (7/9/2018) kemarin.

Sutarno biasanya sekali produksi tahu tempe sekitar 6 kuintal. Namun kini turun menjadi 4 kuintal per hari.

“Sekarang produk saya kurangi ukurannya, misalnya dari 15 centimeter menjadi 13 centimeter, karena sesuaikan dengan harga baku,” ujarnya.

Harga bahan baku kedelai impor biasanya diperoleh Rp7.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp11.000 per kilogram.

Menurutnya, saat ini kenaikan harga juga tidak saja menimpa kacang kedelai impor, tetapi juga bahan baku lainnya seperti plastik, ragi dan tepung kanji.

Ia mengaku tidak berani menaikkan harga tahu tempe di pasaran karena khawatir pelanggannya bisa lari.
“Kita mengeluhkan dari bahan baku yang melambung betul, sekarang juga untuk keuntungan sudah menurun,” ucap Sutarno.

Ia berharap pemerintah bisa menstabilkan harga rupiah agar kembali kuat terhadap dolar sehingga harga kacang kedelai kembali stabil. (Kompas.com)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018
Minggu, 11 November 2018
Sabtu, 10 November 2018