Sabtu, 22 September 2018

Penelusuran kasus mafia tanah aset DKI mengantar Tempo ke sebuah rumah dalam gang di Kedoya, Jakarta Barat. Ada foto anggota paspampres di dalam rumah

nasional | Minggu, 9 September 2018 | Dibaca: 16
Tersangka Mafia Tanah Aset DKI Ternyata Seorang Wanita

JAKARTA, RIDARNEWS.COM – Ukar bin Kardi adalah nama yang disangka digunakan dalam pemalsuan dokumen kepemilikan tanah seluas 2,9 hektare yang kini berdiri di atasnya kantor Samsat Jakarta Timur di Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Penetapan tersangka mafia tanah aset DKI Jakarta mengantar Tempo.co ke sebuah rumah dua lantai berdiri mencolok di dalam gang di Jalan Pengairan Pesing Koneng, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebanyak delapan orang mengaku ahli waris Ukar menggugat Pemerintah DKI Jakarta senilai Rp 340 miliar atas pemakaian tanah tersebut.

Pengadilan Negeri telah memenangkan gugatan itu tapi DKI mengajukan banding pada 2016. Bersamaan dengan itu DKI mengadu ke polisi dan berbuntut penetapan tersangka pemalsuan dokumen kepemilikan tanah. Dasar pengaduan adalah Kantor Pertanahan DKI yang menyatakan dalam sidang bahwa tak pernah menerbitkan sertifikat milik penggugat.

Rumah di Pengairan Pesing Koneng adalah warisan lain Ukar kepada enam anak dan seorang isteri. Mereka yang kini menjadi tujuh dari delapan tersangka pemalsuan itu. “Tapi di sini tinggal berdua saja setelah bapak meninggal,” kata satu anak Ukar saat ditemui, Jumat, 7 September 2018.

Rumah disebutkan hanya ditempati dua anak perempuan Ukar, seorang menantu, dan dua cucu. Sementara empat anak lainnya tinggal di Bandung, Jawa Barat, bersama sang ibu.

Saat itu rumah memang sepi. Ruang tamunya gelap. Tapi terlihat tiga foto seorang pria sedang bersalaman dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono terpasang berjajar di dindingnya. Satu foto memperlihatkan pria itu mengenakan seragam paspampres. Foto lainnya, pria berbaju batik.

Perempuan itu, belakangan diketahui bernama Irmayanti, mengaku tak tahu-menahu ihwal aset tanah luas yang disebut milik ayahnya di Kebon Nanas, Jakarta Timur, tersebut. "Itu tahunya juga dari Darto (Sudarto), bukan dari bapak saya," kata Irmayanti menyebut satu tersangka lainnya yang disebut sebagai teman dari sang ayah.

Tanah Samsat Jakarta Timur Terancam Melayang, Irmayanti menuturkan, Ukar hanya memiliki rumah di Jakarta dan Bandung. Ukar pun tak pernah menceritakan kepemilikan tanah di Kebon Nanas atau Jalan D.I. Panjaitan, Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta Timur, itu. “Saya tidak tahu apa-apa. Saya cuma korban,” kata Irmayanti lagi.

Sebelumnya, polisi menetapkan tersangka terhadap para penggugat aset tanah milik DKI di Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Mereka yang mengatasnamakan ahli waris sah Ukar bin Kardi itu terdiri dari Sudarto, Muryanah, Dedi Suhendar, Ita Rosita, Yuli Mulifah, Irpan Darmawan, Irmayanti, dan Indah Nur Sultona.

Mereka yang menggugat mengatasnamakan Dedi Suhendar dan kawan-kawan disangka menyerahkan barang bukti palsu. (tempo.co)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018
Minggu, 9 September 2018
Minggu, 9 September 2018
Minggu, 9 September 2018

HUKRIM
Rabu, 19 September 2018
Rabu, 19 September 2018
Selasa, 18 September 2018
Jumat, 14 September 2018
Kamis, 13 September 2018