Kamis, 13 Desember 2018

Ilustrasi (net)

ekonomi | Selasa, 11 September 2018 | Dibaca: 87
Penyebab Rupiah Terus Melemah, Ini Kata BI

JAKARTA, RIDARNEWS.COM - Sumber penyebab Rupiah terus melemah terhadap kurs dollar Amerika Serikat dikarenakan suku bunga acuan yang terus dinaikkan oleh Bank Sentral AS Federal Reserve.

Selain itu, ada faktor internal yang mempengaruhi kekuatan rupiah, yakni besarnya defisit transaksi berjalan ketimbang transaksi modal dan finansial untuk menutupinya.

Demikian yang dikatakan Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara di kompleks DPR RI, Jakarta, Senin, (10/9/2018).

"Jadi itu kemudian sumber utama pelemahan kurs di tengah interest rate dari AS yang terus meningkat dan belum berhenti," ujarnya.

Mirza mengatakan, pada 2016 dan 2017, transaksi berjalannya masing-masing sebesar 17 miliar dollar AS dan 17,3 milliar dollar AS. Defisit tersebut kemudian ditutupi dengan investasi langsung masing-masing senilai 16,1 miliar dollar AS dan 19,4 miliar dollar AS.

Ditambah lagi dengan investasi portfolio sebesar 19 miliar dollar AS untuk 2016 dan 20,6 miliar dollar AS untuk 2017.

Namun, pada 2018, defisit transaksi berjalan lebih besar daripada modal untuk menutupinya. Defisit tahun ini sebesar 13,7 miliar dollar AS. Namun, transaksi modal dan finansialnya hanya 6,5 miliar dollar AS.

"Jadi 13,7 miliar dollar AS hanya bisa ditutup 6,5 miliar dollar AS," kata Mirza.

Mirza mengatakan, pada awal tahun pihaknya memperkirakan terjadi arus masuk investasi portfolio.

"Tapi yang terjadi investasi portfolio adalah keluar. Outflow sekitar 1,1 miliar dollar AS," lanjut dia.

Disamping itu, perang dagang AS dengan China juga kian memanas sehingga China merespon dengan melemahkan nilai tukar Yuan.

Kedepannya, kata Mirza, defisit transaksi berjalan akan terus di bawah tiga persen dan diprediksi menurun pada 2019. Namun, hal itu tergantung pada upaya mengurangi defisit transaksi berjalan.

"Termasuk impor terkait proyek infrastruktur yang saat ini beberapa akan dilakukan penjadwalan dan terkait implementasi B20," kata Mirza. (Kompas.com)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 9 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018