Senin, 22 Oktober 2018

Aksi massa mahasiswa yang terus mendesak aparat keamanan untuk membuka gerbang Kantor Gubernur Riau hingga terjadi pemukulan mahasiswa oleh aparat keamanan yang diakibatkan aksi dorong-mendorong, Kamis, (13/09/18). .

pekanbaru | Kamis, 13 September 2018 | Dibaca: 57
Terkait Sengketa Lahan di UNRI, Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur

PEKANBARU, RIDARNEWS - Ribuan mahasiswa Universitas Riau menggelar unjukrasa di depan kantor Gubernur Riau, Jalan Jend Sudirman, terkait polemik sengketa lahan di Universitas Riau yang sudah dimulai sejak tahun 2005 silam dengantagline#UNRIMenderitaPemprovKemana, Kamis, (13/09/18).

Polemik sengketa lahan ini tanpa diketahui oleh mahasiswa UNRI berjalan 13 tahun.

Sebagai mahasiswa hanya mengetahui lahan seluas 18 ha itu terdiri atas 2 sertifikat yaitu sertifikat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional.

Presiden BEM UNRI, Randi Andiyana menyampaikan Selasa pagi, (11/9/2018), PT Hasrat Tata Jaya (PT HTJ) mendatangi Universitas Riau dengan mendatangkan kendaraan berat dengan tujuan untuk menegaskan penguasaan lahan yang mereka klaim ini, tanah ini kuasai oleh PT Hasrat Tata Jaya atsam dasar Penetapan pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor: 26/Pdt/Eks-Pts/2011/PN/PN.Pbr jo. Nomor: 75/Pdt.G/2007/PN.Pbr tanggal 12 Maret 2018.

Lahan UNRI tersebut bukanlah milik UNRI melainkan milik Pemprov Riau dan UNRI hanya diberikan hak kelola saja. Pemprov sepakat untuk mengganti lahan UNRI yang bersengketa seluas 17,6 hektar,  lalu menganggarkan didalam dana APBD 2018 sebesar Rp. 35.206.000.000 untuk mengganti lahan yang menjadi milik PT HTJ. Namun ternyata hingga saat ini ganti rugi lahan tersebut belum dibayarkan oleh Pemprov Riau.

Pantauan wartawan ridarnews.com dilapangan terlihat aksi massa mahasiswa yang terus mendesak aparat keamanan untuk membuka gerbang Kantor Gubernur Riau hingga terjadi pemukulan mahasiswa oleh aparat keamanan yang diakibatkan aksi dorong-mendorong. Selang beberapa waktu kemudian, pintu masuk pun akhirnya dibuka dan massa aksi pun langsung bergerak masuk ke halaman Kantor Gubernur Riau.

Setiba di halaman kantor Gubernur Riau, ribuan aksi mahasiswa UNRI diterima oleh Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Provinsi Riau, Ahmadsyah Haroffie, Kapolresta Pekanbaru yang diwakili Waka Polresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi P, SIK dan Kepala Kejaksaan Tinggi yang diwakili Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kajati Riau, Dwi Agus Afrianto, SH, MH.

Dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Riau, Randi Andiyana selaku Presiden Mahasiswa UNRI menyampaikan orasi harapan dan permasalahan polemik sengketa lahan di Universitas Riau yang sudah dimulai sejak tahun 2005 silam.

“Atas nama masyarakat Riau, kami ribuan Mahasiswa Universitas Riau dengan bangga memproklamirkan bahwa Universitas Riau merupakan jantung hatinya masyarakat Riau. Atas dasar itulah hari ini, bukti cinta kami terhadap Universitas Riau ketika masalah yang lebih dari 13 tahun tidak kunjung selesai. Kami mengharapkan gedung yang berdiri hari ini berdiri diatas lahan sengketa Universitas Riau agar segera dirampungkan," tegas Randi Andiyana.

Atas dasar ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau menyatakan pernyataan sikap :

1. Mengecam tindakan  premanisme dari PT. Hasrat Tata Jaya dalam tindakan penguasaan lahan sengketa dengan turut membawa orang tidak dikenal dalam rombongannya,

2. Bahwa dalam proses penyelesaian lahan sengketa ini, kami menilai Pemerintah Provinsi Riau dan Universitas Riau tidak melakukan upaya maksimal dalam memperjuangkan dan menyelesaikan permasalahan sengketa lahan di Universitas Riau,

3. Menuntut Pemerintah Provinsi Riau dan Universitas Riau segera melakukan langkah cepat dengan ketentuan hukum yang berlaku demi kemashalatan Universitas Riau dan Mahasiswa Universitas Riau,

4. Meminta untuk Pemerintah Provinsi Riau, DPRD Provinsi Riau, Universitas Riau dan PT Hasrat Tata Jaya beserta pihak yang terkait untuk membuat suatu forum membedah kasus ini secara terbuka dan transparan bersama Mahasiswa Universitas Riau,

5. Meminta untuk diusut tuntas terkait sarana dan prasarana yang dibangun diatas lahan bersengketa.

Setelah bernegoisasi, didapatlah hasil keputusan, Senin (17/09/18) mendatang akan diadakannya Forum terkait membedah dan membuka data sengketa lahan yang saat ini terjadi di Universitas Riau dengan mengundang seluruh mahasiswa UNRI, Pemprov Riau, PT. Hasrat Tata Jaya, DPRD Riau, serta pihak-pihak yang terlibat. (rima)















BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018
Minggu, 9 September 2018
Minggu, 9 September 2018

HUKRIM
Sabtu, 20 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018