Senin, 22 Oktober 2018

Ratusan orang massa yang tergabung dalam Masyarakat dan Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR) Riau menggelar aksi unjukrasa di depan Mapolda Riau Jalan Jend Sudirman, Rabu, 19 September 2018.

Hukum | Rabu, 19 September 2018 | Dibaca: 23
Geruduk Polda Riau, Ratusan MPR Riau Sampaikan 4 Tuntutan

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Ratusan orang massa yang tergabung dalam Masyarakat dan Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR) Riau menggelar aksi unjukrasa di depan Mapolda Riau Jalan Jend Sudirman, Rabu, 19 September 2018.

Dihadapan puluhan personil Polda Riau yang mengawal unjukrasa, Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR) Riau menyampaikan 4 tuntutan.

Koordinator lapangan, Daniel Saragih dalam orasinya menyampaikan kekecewaan atas kepemimpinan Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs. Widodo Eko Prihastopo tidak efektif menjalankan tugas sebagai penegak hukum di Provinsi Riau.

"Sampai hari ini, Kapolda Riau tidak serius menjalankan tugas dan fungsi pekerjaan yang baik, ini terbukti belum mampu memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat Rokan Hilir," ujar Daniel Saragih.

Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2002, fungsi Polisi adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanaan, dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan pengayoman dan pelayanan pada masyarakat dalam hal ini.

Mengingat aksi kedua ini, sambung Daniel Saragih, Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR) Riau bersama masyarakat Pujud, Rohil, dimana pada tanggal 27 Agustus 2018, kami telah melakukan aksi pertama di Polda Riau tetapi hingga saat ini penegak hukum belum berani menangkap dan menetapkan Sariantoni sebagai tersangka dalam kasus tindakan penggelapan dan penipuan hasil kebun milik anggota Koperasi Sejahtera Bersama masyarakat Pujud, Rohil, Riau.

Padahal didalam putusan Pra Peradilam Nomor 11/Pid, Pra/2018/PN Pbr pada tanggal 16 Mei 2018 memerintahkan pihak kepolisian untuk melanjutkan penyidikan atas dugaan tindak pidana penggelapan dan atau pun penipuan yang diduga dilakukan oleh Sariantoni alias Isar sebagaimana laporan PolisiNomor :STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT  10 oktiber 2016.

Seolah hari ini Sariantoni kebal hukum dan tdk tersentuh oleh penegak hukum.

Perlu diketahui Sariantoni sejak  bulan Juni 2009 hingga 2018 (selama 9 tahun) hanya beberapa kali memberikan  hasil kebun milik anggota koperasi sejahtera bersama sekuas 1102 ha.

Maka koperasi sejahtera bersama telah mengalami kerugian terhitung saat ini 2009-2018, senilai Rp 298.947.892.805.

Akibat hal tersebut masyarakat Pujud merasa dicederai dan memminta rasa keadilan kepada Polda Riau agar memproses Sariantoni sebag tersangka.

Oleh karena itu , MPR Riau menuntut
1. Segera tangkap Sariantoni telah merugukan masyarakat Rohil

2. Polda Riau harus menghormati putusan Pengadilan

3. Copot Kapolda Riau,Brigjen Pol Drs. Widodo Eko Prihastopo yang tidak memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi rakyat kecil di Riau, khususnya di masyarakat Rohil

4. Tegakkan Supremasi Hukum. (rima)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018
Minggu, 9 September 2018
Minggu, 9 September 2018

HUKRIM
Sabtu, 20 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018