Senin, 22 Oktober 2018

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Bengkalis (Tim PKM Polbeng) selama dua hari, Sabtu dan Minggu 15-16 September lalu, melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Bantan Timur, Kecamatan bantan, Kabupaten Bengkalis,

bengkalis | Kamis, 20 September 2018 | Dibaca: 25
Tim PKM Polbeng Hibahkan Alat Kondensor kepada UMKM Sani Desa Bantan Timur

BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Bengkalis (Tim PKM Polbeng) selama dua hari, Sabtu dan Minggu 15-16 September lalu, melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Bantan Timur, Kecamatan bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Program berupa penyuluhan dan pelatihan, itu dilaksanakan setelah prograam tersebut dinyatakan lolos pendanaan Dikti tahun 2018.

Dalam program ini, Tim PKM melakukan penyuluhan dann pelatihan tentang pemanfaatan buah kelapa dan sekaligus menyerahkan alat Kondensor Asap Cair Tempurung Kelapa buatan Tim PKM Politeknik Negeri Bengkalis kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Sani, Desa Bantan Timur.

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini diikuti oleh Kepala Desa Bantan Timur, anggota PKK, serta pemilik UMKM di Desa Bantan Timur. Syahrizal salah seorang anggota tim yang sekaligus pemateri dalam kegiatan itu, kepada awak media mengatakan, penyuluhan diisi dengan materi pemanfaatan sabut kelapa, air kelapa dan khasiat VCO.

Sementara itu, Abdul Haris Salam selaku ketua tim mengungkapkan, proposal program ini diajukan tahun 2017 lalu dan dinyatakan lolos oleh Dikti. "Setelah diumumkan sebagai salah satu judul yang lolos pendanaan, kita langsung memulai pengerjaan alat dari bulan Januari 2018," jelas dosen Teknik Mesin ini.

Haris juga menjelaskan bahwa beberapa mahasiswa Teknik Mesin ikut terlibat selama proses pembuatan alat sampai serah terima kepada pihak mitra (UMKM) Sani di Desa Bantan Timur.

Dijelas Haris, Kondensor Asap Cair Tempurung Kelapa ini bekerja dengan prinsip kondensasi. Dimana asap hasil pembakaran tempurung kelapa disalurkan kedalam pipa-pipa kecil dan didinginkan menggunakan air, sehingga asap yang panas tersebut berubah menjadi cair (terkondensasi) karena didinginkan.

Hasilnya, asap dari pembakaran menjadi berkurang. Asap cair yang dihasilkan alat ini juga dapat digunakan sebagai pengawet alami. Dengan adanya alat ini, asap hasil pembakaran tempurung kelapa dapat dikurangi dan diubah menjadi asap cair yang dapat dimanfaatkan dan menambah penghasilan.

Haris juga menyampaikan bahwa masyarakat menyambut kegiatan ini dengan baik dan antusias, terutama karena banyak manfaat buah kelapa yang belum mereka ketahui.

Pihak PKM Politeknik Negeri Bengkalis berharap alat yang dihibahkan kepada mitra dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. (rudi)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018
Minggu, 9 September 2018
Minggu, 9 September 2018

HUKRIM
Sabtu, 20 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018