Senin, 22 Oktober 2018

Sidang Putusan, Laporan Syintia Dewi 5 Ditolak, 1 Diterima

politik | Sabtu, 29 September 2018 | Dibaca: 19
Sidang Putusan, Laporan Syintia Dewi 5 Ditolak, 1 Diterima

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Setelah melalui proses sidang yang sangat panjang dan maraton, bakal calon Dewan Pimpinan Daerah Riau, Syintia Dewi merasa diperlakukan tidak adil oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Provinsi Riau yang telah mencoret Daftar Calon Sementara (DCS) akhirnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengeluarkan putusan.

Sidang putusan dipimpin oleh Ketua majelis Pemeriksa Gema Wahyu Adinata, SH dan anggota majelis pemeriksa Neil Antariksa, SH, MH dan Amiruddin Sijaya, S.Pd, MM.

Sidang sempat diskors dengan alasan majelis belum mencapai keputusan dalam pembahasan pleno dan dilanjutkan pada pukul 20.00 WIB.

Ketua Majelis Pemeriksa Gema Wahyu Adinata membacakan semua pernyataan yang telah disampaikan baik dari pihak Pelapor, Terlapor, saksi-saksi hingga Ahli-ahli yang dalam sidang sebelumnya telah mereka sampaikan.

Bawaslu Riau memutuskan laporan dugaan pelanggaran administrasi hanya 1 laporan yang diterima dan 5 ditolak.

1 laporan yang diterima dan Majelis meminta pihak Terlapor (KPU Riau) untuk melakukan Revisi Berita Acara hasil verifikasi yang telah dikeluarkan oleh Terlapor.

Anggota komisioner KPU Riau Divisi Hukum Ilham Muhammad Yasir mengatakan Undang Undang nomor 7 Tahun 2017, memberikan ruang yang cukup besar kepada peserta yang merasa tidak puas terhadap proses. "Bagi kami KPU Riau, ini kesempatan yang baik untuk menjelaskan kepada publik, ini loh proses yang kami lakukan," ujar Ilham.

Usai mendengarkan pembacaan putusan oleh majelis, Malik, LO sekaligus ayahnda Syntia Dewi mengatakan akan melakukan upaya koreksi ke Bawaslu RI di Jakarta.

"Terkait dengan Putusan yang Ditolak, kami akan mengupayakan koreksi kepada Bawaslu RI, sesuai dengan peraturan Bawaslu No 8 tahun 2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran administratif Pemilihan umum. Pada intinya kami akan menyampaikan permintaan koreksi atas keputusan Bawaslu Provinsi Riau ini," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Syntia Dewi putusan itu harus dikoreksi. "Kalau memang ada yang perlu dikoreksi, kami akan mengajukan permintaan koreksi atas keputusan tersebut," kata Syintia Dewi.

Ketua Majelis Pemeriksa Gema Wahyu Adinata mengatakan bahwa dari 6 uraian yang pelapor sampaikan 5 diantaranya bukanlah pelanggaran adminisitrasi pemilu. Putusan ini berdasarkan dari bukti dan fakta persidangan dan juga berdasarkan peraturan perundang-undangan.

" Kita berharap kepada semua Pihak dapat menerima putusan ini. Karena kami merasa putusan inilah yang seadil-adilnya," harap Gema.

" Seluruh rangkaian proses pemilu mulai dari awal sampai akhir, ini bisa dilaporkan kepada Bawaslu Provinsi oleh seluruh Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih.  Apakah semua proses sudah berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan tata cara,  mekanisme dan prosedur Pemilu itu sendiri, sehingga Pemilu kita yang berintegritas, Luber, Jurdil,  sesuai dengan prinsip-prinsip Profesional, Berkepastian hukum dapat tercapai," tegasnya. (rls)




BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018
Minggu, 9 September 2018
Minggu, 9 September 2018

HUKRIM
Sabtu, 20 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018
Kamis, 18 Oktober 2018