Selasa, 18 Desember 2018

Du Nun alias A Nun alias A Guan (47) warga Bengkalis, narapidana perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyeludupan minyak

Hukum | Jumat, 5 Oktober 2018 | Dibaca: 87
Hukuman Dikorting pada PK Pertama, Terpidana Perkara TPPU Ajukan PK Kedua

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Du Nun alias A Nun alias A Guan (47) warga Bengkalis, narapidana perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyeludupan minyak, Rabu (3/9/18) lalu, mengajukan peninjauan kembali (PK) atas perkaranya.

Ini merupakan PK kedua, setelah pada PK pertama Mahkamah Agung mengabulkan dan mendiskon hukuman dan mengembalikan sebagian aset milik A Nun.

Sukses dengan PK pertama, Rabu siang kemarin, Du Un alias A Nun alias A Guan kembalikan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali untuk yang kedua dengan alat bukti baru. Alat bukti baru ini sebelumnya belum pernah muncul di persidangan dan pada PK pertama.

Dalam upaya hukum PK ini, Du Nun alias A Nun alias A Guan didampingi kuasa hukumnya Fahmi, SH, MH. Sidang PK kedua ini di gelar di Pengadilan Pekanbaru dipimpin ketua majelis hakim Bambang Myanto.

Fahmi usai sidang PK mengatakan, upaya PK ini dilakukan karena ada aset berupa tanah dan bangunan yang disita negara (Pengadilan) merupakan titipan orangnya kepada Du Nun jauh sebelum dirinya bermain minyak ilegal. Selain itu, ada aset berupa tanah dan bangunan yang turut disita merupakan milik orang tua Du Nun dan atas nama orang lain.

"PK pertama dikabulkan, hukuman dikurangi. Subsidernya dari 8 tahun dikurangi 3 tahun. Kemudian pada PK kedua ini kami mengajukan bukti baru lagi. Bangunan dan tanah sudah balik nama orang lain (pemilik), bukan atas nama Du Nun," kata Fahmi.

Sementara itu, perkara yang membawa Du Nun ke penjara terjadi dari tahun 2008-2013. Dari aktifitas penyeludupan minyak ini, Du Nun alias A nun alias A Guan berupa menjadi raja ruko di Kabupaten Bengkalis, Riau dengan jumlah ruko sekitar 500 unit dan tanah. Namun, ratusan ruko dan tanah itu kemudian disita berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA ) Nomor 514 K/PID.Sus/2018.

Setidaknya, 163 item mulai dari lahan bersertifikat tanah, lahan tanpa sertifikat, dan puluhan pintu rumah toko (Ruko) terletak di antaranya di Jalan Baru, Wonosari, Bengkalis dan di Jalan Damon, didata untuk disita dan dirampas untuk negara.

Aset ini disit`a negara merupakan hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan terpidana A Nun atas perkara penyeludupan BBM di Kepulauan Riau yang ditangkap pihak Mabes Polri, pada Minggu tanggal 13 juli 2014 silam. Akan tetapi, dalam upaya hukum PK pertama, Mahkamah Agung mengembalikan beberapa item aset milik terpidana Du Nun tersebut.
 
Dalam menjalankan bisnis minyak ilegal, Du Nun bekerjasama dengan Ahmad Mahbub alias Abob alias Kapten Ahmad (swasta) warga Kota Batam, Niwen Khairiyah adik Abob seorang PNS Pemkot Batam. (rudi)





































































BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Jumat, 14 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Rabu, 12 Desember 2018

HUKRIM
Senin, 17 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Rabu, 12 Desember 2018