Rabu, 19 Desember 2018

Sidang dugaan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Penanggungjawab Redaksi portal berita www.harianberantas.co.id, Toro Laia kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (8/9/18) siang,

Hukum | Selasa, 9 Oktober 2018 | Dibaca: 103
Sidang Perkara ITE, Toro Laia Bertamu Amril Sebagai LSM

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Sidang dugaan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Penanggungjawab Redaksi portal berita www.harianberantas.co.id, Toro Laia kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (8/9/18) siang, dengan agenda mendengar keterangan saksi pelapor Amril Mukminin.

Dalam keterangannya dipersidangan, Amril menyebutkan, pada tahun 2015 atau setahun sebelum dirinya "dibombardir" dengan pemberitaan portal www.Harian Berantas.co.id tentang perkara Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis, Toro dan beberapa rekannya pernah datang ke rumah Amril Mukminin.

Saat itu, ungkap Amril dipersidangan, dia hanya tahu Toro dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), bukan sebagai wartawan.

Dalam pertemuan itu, Toro dan teman-temannya tidak membahas tentang perkara dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis yang saat itu sudah bergulir ke ranah hukum.

"Saudara Toro dan beberapa temannya datang ke kediaman saya bukan saya yang mengundang. Setahu saya dia datang sebagai LSM bukan sebagai wartawan," tegas Amril Mukminin yang saat ini menjabat Bupati Kabupaten Bengkalis.

Ketika dana Bansos tahun 2012 sebesar Rp272 miliar mulai dibidik penegak hukum, Bupati Bengkalis kala itu Ir. Herliyan Saleh, sedangkan Amril Mukminin merupakan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2009-2014.

Ternyata, dalam penyidikan yang dilakukan Krimsus Polda Riau, Amril Mukminin tidak terbukti menerima "upeti" dari dana Bansos seperti teman-temannya yang saat ini menjalani hukuman.

Tentang ketidakterlibatan Amril juga pernah ditegaskan saat Kapolda Riau dijabat Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Irjen Zulkarnain menegaskan itu ketika dikonfirmasi www.ridarnews.com saat Kapolda Riau itu berkunjung ke Bengkalis, Maret 2017.  

Bukti ketidak terlibata Amril juga ditegaskan yang bersangkutan saat memberikan keterangan sebagai saksi pelapor pada sidang Senin siang kemarin. Amril menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah dimintai keterangan oleh penyidik Polda, dan tidak pernah dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan.

Jawaban Amril ini menanggapi pertanyaan kuasa hukum Toro terkait keterangan anggota DPRD Bengkalis, Rismayeni  saat menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Pekanbaru mengatakan, seluruh anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 terlibat.

Kendati Amril tidak pernah menjadi saksi karena berdasarkan penyelidikan tidak terlibat, www.Harian Berantas.co.id tetap "membombardir" dengan pemberitaan tentang keterlibatan mantan Kepala Desa Muara Basung itu dalam korupsi dana Bansos Kabupaten Bengkalis 2012.

Pemberitaan yang berulang-ulang ini dinilai Amril Mukminin sangat tendensius, memfitnah, menghakimi dan mengusik kehidupan pribadinya.

Celakanya, sebanyak delapan kali berita yang dinaikan www.harianberantas.co.id setelah Amril Mukminin terpilih menjadi Bupati Bengkalis periode 2016-2021, tidak sekalipun ada konfirmasi kepada Amril selaku objek pemberitaan.

"Ada sebanyak delapan kali pemberitaan yang dinaikan di HarianBerantas.co.id dan tidak sekalipun ada konfirmasi," tegas Amril yang disambut tepuk tangan puluhansimpatisannya yang datang dari Rupat, Mandau, Pekanbaru dan Pulau Bengkalis.

Sakit hati dengan pemberitaan www. Harian Berantas.co.id yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, Amril melaporkan portal HarianBerantas.co.id ke Dewan Pers. Jawaban dari Dewan Pers menyebutkan bahwa Harian Berantas tidak terdaftar di Dewan Pers. Dengan demikian berita tentang dirinya yang dinaikan www.Harian Berantas.co.id dinilai Amril bukan karya jurnalistik yang harus diselesaikan melalui hak jawab.

"Hanya judulnya yang berbeda, isinya sama. Ini yang membuat saya sakit hati. Setelah dicek ke Dewan Pers ternyata HarianBerantas.co.id tidak terdaftar di Dewan Pers," tegas Amril, lagi-lagi mendapat aplaus dari simpatisannya yang memenuhi ruang sidang.

Karena tak terdaftar di Dewan Pers, Amril Mukminin tidak menjadikan pemberitaan Harian Berantas.co.id sebagai sengketa pers sebagiaan diamanahkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dimana Amril tidak menggunakan hak koreksi dan hak jawab sebagai orang yang merasa dirugikan dari pemberitaan sebuah media. Melainkan  ranah UU ITE, sebagaimana laporan yang dibuat Amril Mukminin ke Polda Riau.

"Berita yang dinaikan Harian Berantas memojokkan dan memfitnah saya sebagai seorang Bupati, akibatnya merugikan saya dan mencemarkan nama baik saya," ujarnya.
 
Ternyata dalam penyidikan, penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau menemukan alat bukti yang cukup bahwa perkara yang dilaporkan Amril Mukminin masuk ranah Undang-undang ITE bukan sengketa pers. Ini dibuktikan dengan sampainya perkara tersebut ke persidangan.

Selain itu, kuasa hukum terdakwa juga mempertanyakan keabsahan tanda tangan Amril Mukminin di berita acara pemeriksaan. Namun, Amril memastikan bahwa tanda tangan di berita acara pemeriksaan (BAP)itu adalah tanda tangannya. "Tanda tangan saya saja juga sering berubah-berubah," potong majelis hakim tentang tanda tangan saksi korban yang dipermasalahkan kuasa hukum terdakwa.    

Mendapat jawaban demikian, kuasa hukum terdakwa mencoba menarik persoalan tersebut ke ranah sengketa pers. Namun, Yunaldi Zega kuasa hukum terdakwa melakukan blunder dengan maksud ingin menjadikan alat bukti berupa rekaman tentang pertemuan dan negosiasi dalam pemberitaan Harian Berantas.co.id tentang Dana Bansos yang ingin diperlihatkan di persidangan. Namun, "Kalau ada bukti rekaman dan negosiasi dan sebagainya itu perkara lain," kata majelis hakim mengingatkan Yunaldi Zega.  (Rudi)

 



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Jumat, 14 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Kamis, 13 Desember 2018
Rabu, 12 Desember 2018

HUKRIM
Rabu, 19 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018