Senin, 19 November 2018

Ketua Serikat buruh DPD-FSBDSI, Zega dan anaknya, YZ ditangkap Polres Rohil diduga memeras warga , Senin, 15 Oktober 2018

Hukum | Senin, 15 Oktober 2018 | Dibaca: 110
Diduga Memeras Warga, Oknum Pengacara dan Ayahnya Ditangkap

UJUNG TANJUNG, RIDARNEWS.COM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia ( DPD- FSBDSI) Provinsi Riau, FZ alias Zega dan anaknya seorang pengacara berinisial YZ alias Andi, Rabu (10/10/18), pukul 20.00 WIB malam, ditangkap Tim Opsnal Polres Rokan Hilir di Warung Mie Aceh samping BRI Ujung Tanjung, Jalan Lintas Riau-Sumut, Kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, karena diduga memeras dan mengancam warga bernama Hasfiandi (46) karyawan PT. Jatim Jaya Perkarasa.

Informasi yang berhasil dirangkum ridarnews.com menyebutkan, Zega dan anaknya Andi ditangkap berdasarkan laporan  Hasfiandi, Nomor : LP/180/X/Riau/Res Rohil, tanggal 10 Oktober 2018 dalam perkara dugaan pemerasan dan pengancaman.

Dalam laporanya, Hasfiandi yang beralamat di Jalan Purnama II, RT 5 RW 1, Siak Hulu, Kabupaten Kampar itu mengatakan, pada Sabtu, 8 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 WIB, pelapor yang merupakan karyawan PT. JJP menghubungi terlapor 1 (Zega) dan menanyakan tentang aksi mogok kerja karyawan PT. Jatim Jaya Perkasa yang mana sebagian tergabung ke dalam Serikat Buruh FSBDSI yang diketuai oleh terlapor.

Dalam percakapan itu, terlapor mengatakan, aksi mogok kerja karyawan itu karena pihak perusahaan tidak memberikan hak-hak Karyawan. Namun, kemudian pelapor menginformasikan bahwa sebagian hak-hak karyawan sudah diberikan. Hak-hak yang mana yang belum diberikan, kata pelapor balik bertanya. Terhadap pertanyaan pelapor ini, terlapor 1 tidak bisa menjawab.

Pada kesempatan itu, pelapor menanyakan keinginan terlapor agar karyawan perusahaan tempat pelapor bekerja menghentikan aksi demo.

Menanggapi tawaran pelapor, terlapor yang saat itu didamping anaknya Andi menggaransi bahwa ia bisa menghentikan aksi demo asal pihak PT. Jatim mau memberikan uang sebesar Rp50 juta kepadanya. Sebagai tanda jadi (DP), terlapor meminta agar pihak perusahaan melalui pelapor mentransfer sebesar Rp25 juta.

Namun, pihak perusahaan tidak menyanggupi, dan pada Selasa (9/10/18) buruh PT. Jatim Jaya Perkasa demo. Melihat aksi buruh, Rabu (10/10/18) pelapor terpaksa kembali menghubungi terlapor 1 dan meminta agar menghentikan mogok kerja dan menyanggupi permintaan pelapor.

Karena pihak perusahaan menyerah, terlapor meminta tanda jadi sebesar Rp.25.000.000 dan pelapor mengundang terlapor untuk bertemu di warung mie Aceh (TKP). 

Ditemani anaknya Andi, Zega kemudian bertemu pelapor. Dalam pertemuan itu, pelapor menyerahkan uang sebesar Rp10 juta yang sudah disiapkan kepada terlapor dan di terima oleh terlapor.

Kemudian terlapor 1 dan anaknya Andi meminta sisanya sebesar Rp40 juta agar di serahkan setelah terlapor datang Ke PT. Jatim pada hari Kamis, 11 Oktober 2018.

 Atas perbuatan persebut pihak PT. Jatim melalui pelapor merasa di rugikan dan membuat laporan ke Polres Rokan Hilir. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal menangkap kedua terlapor, yakni Zega dan Andi berikut barang bukti uang pecahan 100 sebanyak Rp10 juta.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adi Wuriyanto melalui Kasat Reskrim, AKP Faizal Ramzani, SH, SIK ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan ditangkapnya FZ alias Zega dan Andi.

"Ya, benar ada penangkapan tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan," kata Faizal Ramzani SH SIK, Senin, (15/10/18). (rudi)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018