Senin, 19 November 2018

Konfrensi Pers dipimpin Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH yang diwakili Kanit Res Polsek Limapuluh Iptu Abdul Halim, SE didampingi Paur Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda, di Loby Polsek Limapuluh, Selasa, 16 Oktober 2018..

Hukum | Selasa, 16 Oktober 2018 | Dibaca: 84
Baru Bebas, Dua Residivis Gembos Ban Ditangkap Polisi

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Polsek Limapuluh Polresta Pekanbaru melaksanakan Konferensi Pers penangkapan kasus pencurian dengan modus gembos ban di Loby Polsek Limapuluh, Selasa, 16 Oktober 2018.

Konfrensi Pers dipimpin Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH yang diwakili Kanit Res Polsek Limapuluh Iptu Abdul Halim, SE didampingi Paur Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda.

Menurut penjelasan Kanit Res Polsek Limapuluh, Kamis siang, 11 Oktober 2018 korban Syafrianda, (24) mengendarai mobil untuk mengambil uang di Bank BNI Jalan Imam Munandar/Harapan Raya, korban mengendarai mobilnya menuju arah kota melalui Jalan Kapling satu dengan maksud ingin membeli emas, namun sesampai di Jalan Patimura ban mobil pelapor bocor, kemudian pelapor turun dari mobil mengeceknya dan kemudian mengganti dengan ban cadangan.

"Saat korban mengganti ban, datang dua orang lelaki yang tidak dikenal dengan sepeda motor honda Sonic warna hitam, BM 3229 TU langsung membuka pintu depan kanan mobil dan mengambil satu buah tas warna coklat yang berisikan uang sebesar Rp 3.000.000 didalam mobil korban," beber Abdul Halim.

Korban mendengar suara pintu mobilnya yang ditutup orang dan jeritan anak-anak disekitar TKP dengan menyoraki "jambret", spontan korban melihat salah satu pelaku berlari dengan membawa tas korban menuju pelaku lain yang standby di sepeda motor dan korban juga ikut menyoraki jambret, jambret.

Warga yg berada disekitar TKP dan yang melintas saat itu berupaya mengejar terlapor hingga dijalan Diponegoro sepeda motor terlapor putus rantai dan terlapor berhasil ditangkap dan dihajar oleh massa hingga babak belur dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Limapuluh, kemudian kedua terlapor dibawa ke Polsek Limapuluh untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan Laporan Polisi LP/144/X/2018/Riau/Res Pku/Sek Limapuluh tgl 11 oktober 2018 dilakukan pemeriksaan dan didapatkan hasil bahwa terlapor Chairil als oyong mami, 48 thun, islam, wiraswasta, Jalan Dharma Bakti simpang Jalan Guru No 3 C kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru merupakan Residivis yang baru saja keluar dari Penjara beberapa bulan yang lalu dalam kasus yang sama, pecah ban menggunakan paku khusus.

Saat diamankan oleh masyarakat terlapor berdua dengan temannya Andi Rudiyanto (41), Kristen, sopir, Jalan Meranti No 93 Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor merek suzuki sonic, warna hitam, 1 buah tas merek varel ocean, warna coklat dan uang sejumlah Rp 3.000.000 milik korban.

Adapun pasal yg diterapkan kepada kedua pelaku adalah Pasal 363 ayat 1 ke 4 atau 365 ayat 1 KUHP.

Tempat terpisah, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH menerangkan bahwa modus pecah ban ini sudah lama tidak terjadi di Kota Pekanbaru dan yang kali ini terjadi merupakan diduga kerjaan dari residivis yang baru saja keluar dari LP dan ini menjadi skala Prioritas Polresta Pekanbaru mencegah dan mengungkap kasus tersebut.

"Peran masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif sangat dibutuhkan, dan info serta kerjasama sinergitas antara masyarakat dengan pihak Kepolisian merupakan suatu prioritas untuk terciptanya Kamtibmas yang aman dan kondusif, apalagi kita akan menghadapi Pemilu 2019," tutup Kapolresta. (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018