Senin, 19 November 2018

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan didampingi tim penyidik Kejati dan Polda Riau yang tergabung dalam tim Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau gelar konferensi pers mengungkap kasus dugaan politik uang yang dilakukan oleh calon legislatif salahsatu partai di k

politik | Jumat, 9 November 2018 | Dibaca: 18
Gelar Konpres
Bawaslu Riau Ungkap Kasus Politik Uang Dilakukan Terduga, KRS

BAGANSIAPIAPI, RIDARNEWS.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar konferensi pers mengungkap kasus dugaan politik uang yang dilakukan oleh calon legislatif salahsatu partai di kabupaten Rokan Hilir, di Sekretariat Bawaslu Rohil, Kamis, 7 November 2018.

Dalam konpres, Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan didampingi tim penyidik Kejati dan Polda Riau yang tergabung dalam tim Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau mengatakan Bawaslu saat ini dihadapkan  pada tantangan untuk membuktikan peran dan eksistensi strategisnya mengawal pemilu yang berintegritas dan terpercaya bagi kemajuan bangsa.

"Berkaitan dengan kasus ini, kita (Sentra Gakkumdu Bawaslu Rohil,red) masih mendalami kasus bagi-bagi sembako yang dilakukan oleh caleg sekaligus anggota DPRD Rohil masih aktif berinisial KRS," ujar Rusidi.

Untuk mendalami kasus ini, sambung Rusidi, kita akan meminta keterangan terhadap saksi-saksi yang menerima pemberian sembako, selanjutnya meminta pendapat ahli dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau dan ahli pidana hukum pidana.

Selanjutnya, tim juga akan meminta pendapat kepada ketua dan Sekwan DPRD Rohil, terakhir baru meminta klarifikasi kepada terduga KRS. Setelah itu, tarik kesimpulan, apakah perbuatan KRS termasuk pelanggaran pemilu atau tidak.

"Yang jelas kasus ini akan terus kita pantau karena sudah jadi konsumsi publik, supaya hasilnya transparan dan akuntabel sesuai dengan undang-undang yang berlaku" ujarnya.

Sebagaimana diketahui kasus ini bergulir dari temuan Bawaslu Rohil, telah melakukan penyitaan berupa beras, susu kaleng, gula dan bubuk teh yang berasal dari pemberian anggota DPRD Rohil berinisial KRS kepada puluhan orang masyarakat yang menjadi korban banjir di Kepenghuluan Karya Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan beberapa waktu yang lalu.

"Terduga pelaku akan secepatnya dipanggil untuk mengetahui apa motifnya. Apakah saat itu dia sebagai anggota DPRD aktif atau sebagai caleg. Kalau terbukti KRS bersalah nantinya akan di jerat dengan pidana pemilu berupa hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara ditambah denda Rp24 juta dan terkait statusnya sebagai caleg nanti akan kita lihat, apakah ada kemungkinan dilakukan diskualifikasi atau tidak" terangnya.

Rusidi, ketua Bawaslu Riau yang juga kandidat doktor UIN Suska Riau ini mengimbau kepada seluruh caleg agar kedepannya, penyerahan bantuan bencana seperti ini lebih berhati-hati karena adanya ketentuan pidana dalam undang-undang pemilu yang bisa menjerat para pelakunya jika melanggar aturan. (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Rabu, 3 Oktober 2018
Rabu, 12 September 2018
Selasa, 11 September 2018

HUKRIM
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Senin, 12 November 2018