Senin, 10 Desember 2018

Bupati Kabupaten Pelalawan HM Harris

adv | Sabtu, 17 November 2018 | Dibaca: 55
Program Pelalawan EMAS Menuju Masyarakat Sejahtera

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Bupati Kabupaten Pelalawan HM Harris adalah seorang kepala daerah yang punya ambisi besar untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Pelalawan. Dengan terus mendorong lahirnya inovasi dalam membangun daerah.

Inovasi pembangunan tersebut terpatri dalam program Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera yang lebi dikenal dengan visi "Pelalawan EMAS". Berbagai upaya dan terobosan dilakukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Tekad mewujud Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera (EMAS), itu dicanangkan sejak periode pertama politisi Partai Golkar ini memimpin Kabupaten Pecahan dari Kabupaten Kampar itu, yakni 2011-2016. Saat itu, HM Harris yang berpasangan dengan wakil Bupati Drs H Marwan Ibrahim meletakkan dasar-dasar visi pembaharuan, yakni inovasi pembangunan menuju kemandirian ekonomi, dan masyarakat yang mandiri.

Untuk merealisasikan “Menuju Pelalawan EMAS” Pemda Pelalawan mengulirkan 7 Program, yakni Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar dan PPIDK, Pelalawan Makmur, Pelalawan Eksotis, Pelalawan Inovatif (Teknopolitan).

Dalam program Pelalawan Lancar misalnya, termasuk pembangunan infrastruktur pedesaan. Gerakan membangun dari desa ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Selain itu, Pemda juga terus mendorong pemerintah desa agar melakukan terobosan-terobosan dalam pembangunan menuju kemandirian ekonomi maupun masyarakat.

Dengan sokongan alokasi dana desa (ADD), semangat mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa makin dipacu pada periode kedua masa jabatannya. Di periode kedua (2016-2021) ini, HM Harris yang berpasangan dengan Drs H Zardewan MM terus berupaya mewujudkan tujuh prioritas pembangunan yang telah dirintis sejak dirinya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan.

Terkait besaran Alokasi Dana Desa, menurut Kepala BPMPD Kabupaten Pelalawan, Zamur ada tiga kriteria, yakni berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah masyarakat miskinnya. "Besaran anggaran yang dikucurkan berkisar Rp200-600 juta," bebernya.

Dalam hal ini peran BPMPD sangat penting dalam pelaksanaan tujuh program prioritas yaitu Pelalawan Terang dan Pelalawan Makmur, selain pada infrastruktur desa.

"Alokasi dana desa berperan dalam program Pelalawan Terang, seperti halnya pada penyediaan tiang dan jaringan listrik," ungkapnya.

Selain itu, BPMPD juga terus mendorong dalam pemerintah desa agar membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes salah satu inovasi dalam hal pemberdayaan ekonomi desa.

Selain itu, evaluasi pencapaian terhadap tujuh program andalan Pemda Pelalawan ini juga dilakukan agar Program Pelalawan Cerdas, Pelalawan Sehat, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan, Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan, Pengembangan Objek Wisata Bono serta Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan bisa diketahui tingkat keberhasilannya.

Dalam merealisasikan program yang dicanangkan, Bupati HM. Harris melibatkan OPD dalam masing-masing progra. Seperti Program Lancar yang melibatkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perhubungan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan Desa (BPMD).

Selain infrastruktur yang dibangun Pemerintah Daerah Kabupaten, pembangunan infrastruktur di pedesaan juga dibangun dengan dana alokasi dana desa.

Terkait gelihat pembangunan desa ini, Kepala BPMPD Kabupaten Pelalawan, Zamur Das menerangkan bahwa Pemerintah Daerah Pelalawan terus berupaya meningkatkan pembangunan di pedesaan yang inovatif.

Pembangunan sarana dan prasarana jalan di pedesaan dan kelurahan bertujuan untuk mempelancar arus orang dan barang dari desa ke kota. Program ini berhasil mengurangi desa terisolir di negeri yang terkenal dengan gelombang Bono tersebut.

"Pembangunan di pedesaan dan kelurahan, seperti pembangunan jembatan, box culvert, semenisasi, listrik," kata Zamur.

Tujuan pembangunan infrastruktur ini untuk pemerataan pembangunan. Selain itu, Pemda berharap 'kue' pembangunan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyakat dalam upaya memajukan desa.

Pembagian tugas OPD dalam percepatan pembangunan di desa, ungkap Zamur, saling menguatkan. Dimana jika pembangunan insfrastruktur yang tidak tersentuh oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), seperti pembuatan jembatan desa dapat diambil alih oleh BPMPD. Pembangunan yang dilaksanakan BPMPD menggunakan alokasi dana desa (ADD). Pemanfaatan ADD membuat desa memiliki akses jalan yang memadai.

Percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan untuk memaksimalkan peningkatan potensi ekonomi di desa, apakah itu sektor perkebunan, perternakan dan potensi ekonomi lainnya.

"Diharapkan pembangunan di Pelalawan bisa terus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Semangat Pemda dalam membangun akses desa ke kota, memancing minat investor menanamkan modalnya di Pelalawan. Masuknya investor dapat menjadi penyeimbang perekonomian rakyat, bukan sebaliknya.

Diusianya yang sudah 19 tahun dan dengan inovasi pembangunan yang dilakukan, saat ini Kabupaten Pelalawan salah satu kabupaten terkemuka di Provinsi Riau menuju masyarakat yang sejahtera. (Advetorial).



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018