Senin, 10 Desember 2018

Ilustrasi (foto: Internet)

inhil | Jumat, 30 November 2018 | Dibaca: 191
T4PD dan Banggar DPRD Diingatkan AWI Berhati-hati Alokasi Dana Media

TEMBILAHAN, RIDARNEWS.COM - Dalam pengalokasian anggaran media di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfotik) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil diminta Aliansi Wartawan Inhil (AWI) untuk berhati-hati terhadap pejabat yang ada sekarang masih bercokol disana.

Demikianlah yang disampaikan Zulfadil, wartawan senior yang tergabung di dalam AWI, baru-baru ini.

"Kita hanya mengingatkan, jangan sampai niat baik Pemda dan DPRD Inhil untuk membantu kawan-kawan media malah berujung pada polemik dan dugaan penyelewengan dana yang terjadi pada anggaran 2018 sekarang ini," ujar Zulfadli.

Mantan Sekretaris PWI 2010-2013 ini meminta bupati dan wakil bupati untuk melakukan evaluasi terhadap pejabat yang ada saat ini, paska nanti dilantik. Sebab kalau tidak, besar kemungkinan peristiwa serupa juga akan kembali terjadi.

"Kita dilarang untuk berburuk sangka, tapi kita juga mesti belajar dari pengalaman yang ada. Pengalaman kita saat salah seorang pejabat itu bercokol, masalah selalu timbul," jelas Zulfadli.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Muhammad Yusuf, ia mendesak Bupati Inhil HM Wardan untuk segera mengganti pejabat yang ada di Kominfops saat ini, karena kinerjanya sangat buruk dan mengecewakan.

Yusuf juga mengingatkan terkait penganggaran media untuk 2019. "Kalau pejabatnya masih yang sekarang, tidak usah dianggarkan. Kalau masih dianggarkan, sama juga Pemkab dan DPRD Inhil ikut membantu menyelewengkan anggaran," tegasnya.

Sementara itu salah seorang petinggi Bappeda yang tidak mau namanya disebutkan, berjanji akan mempertimbangkan masukan kawan-kawan perihal pencoretan anggaran kerjasama kalau kondisinya seperti itu.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang anggota banggar, "Saya janji akan sampaikan dengan pimpinan Banggar, sudah dibantu dewan, malah diselewengkan.

Informasi terahir yang didapat media ini, persoalan penyelewengan dana media mulai dibidik aparat penegak hukum. Apalagi dana yang peruntukan bermasalah mencapai angka Rp 8 milyar lebih. (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018