Senin, 10 Desember 2018

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menggelar acara Anugerah Penyiaran KPID Riau 2018 di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau, Diponegoro, Pekanbaru, Jumat, (30/11/2018) malam.

ekonomi | Sabtu, 1 Desember 2018 | Dibaca: 8
KPID Award 2018, Nilai Penyiaran TV Kabel Terbaik

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menggelar acara Anugerah Penyiaran KPID Riau 2018 di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau, Diponegoro, Pekanbaru, Jumat, (30/11/2018) malam.

Hadir dalam kesempatan itu Plt Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Keuangan Joni Irwan, para Bupati/Walikota, Forkompinda Riau dan lembaga penyiaran se-Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Ketua KPID Riau Falzan Surahman menyampaikan KPID Award 2018 ini sebagai penyemangat insan penyiaran di Riau agar ke depan lebih baik, inovatif, edukatif dan perekat pemersatu bangsa.

"Kegiatan ini dilaksanakan sejak tahun lalu. Kami ucap terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya KPID Award ini," ungkapnya.

Dia mengatakan, tujuh kabupaten yang berada di wilayahnya di perbatasan Indonesia selayaknya mendapat siaran sebagai perekat bangsa dan memperkokoh persatuan.

"Sayangnya pada kenyataannya masih sangat terbatas informasi dari televisi yang dapat diakses di Bumi Lancang Kuning ini. Selama ini yang free to air hanya di ibukota provinsi saja yang dapat menikmati siaran. Sedangkan daerah lain masih menggunakan jaringan televisi kabel," bebernya.

Makanya pada KPID Award kali ini pihaknya juga memberikan penilaian terhadap penyiaran berlangganan atau televisi kabel yang terbaik. Hal itu untuk memacu semangat televisi kabel, untuk mengambil peran lebih jauh lagi menyampaikan informasi ke publik.

Tak lupa, pihaknya mengimbau agar televisi kabel dapat mentaati aturan yang berlaku. Sehingga bagi penyiaran berlangganan berprestasi akan diberi reward.

"Kalau televisi kabel prestasi kita beri reward. Yang agak degil-degil sedikit kita semprit, dan kita akan turun bersama Ditreskrimsus melakukan penyegelan," tegasnya.

Kondisi tersebut menurutnya karena di wilayah perbatasan kurang seksi untuk sektor bisnis penyiaran. Mestinya lembaga penyiaran publik dapat hadir memberikan informasi kepada warga.

"Karena itu kita memberi apresiasi kepada Pemda yang telah menyumbang lembaga penyiaran publik," harapnya.

Dari 109 karya yang diterima pihaknya, empat diantaranya adalah kategori untuk televisi, empat kategori radio, satu kategori lembaga penyiaran berlangganan dan satu kategori produk peduli lembaga penyiaran.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Riau Joni Irwan mengharapkan agar momentum KPID Award ini untuk meningkatan kapasitas dan kualitas penyiaran yang sehat, serta mendidik dalam mencerdaskan masyarakat.

Kemudian Irwan berharap KPID Award tidak hanya semata-mata melakukan penilaian produksi lembaga penyiaran, tapi harus bisa memperkokoh integritas bangsa.

"Lembaga penyiaran tidak hanya dinilai dari sisi teknis, tapi juga harus memperhatikan konten atau isi dan apa yang disiarkan. Tentu siaran yang sehat dan mencerdaskan," harapnya.

Oleh karena itu, lanjut Irwan, Pemprov Riau menyambut positif dan apresiasi penyelenggaran KPID Award 2018 ini, karena ini menjadi bagian dan pelaksanaan undang-undang tentang penyiaran, yang salah satu tujuan memperkokoh integritas nasional.

Lebih lanjut Irwan menyampai, KPI telah membuat Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siaran (P3SPS) yang menjadi penduan tentang batasan prilaku, penyelenggaraan dan pengawasan penyiaran.

"Karena itu saya mengimbau kepada seluruh lembaga penyiaran yang mengudara di Provinsi Riau untuk mematuhi P3SPS, sehingga lembaga penyiaran tidak hanya memberi kontribusi besar di bidang informasi, sosial dan budaya. Tapi juga mampu membangun sumber daya manusia yang bermoral,"

Tak hanya itu, tumbuhnya industri lembaga penyiaran juga dituntut menempatkan budaya Melayu sebagai arus utama perkembangan Riau dan tumbuhnya lapangan kerja bagi masyarakat.

"Kita harap melalui KPID ini selain menilai program siaran, tapi juga mampu menjadi forum silaturahmi insan penyiaran di Riau. Sehingga kedepan antara pemerintah dan lembaga penyiaran bisa duduk bersama dalam menyakutan komunikasi dan komitmen membangun penyiaran di Riau yang mencerdaskan," pesannya.

Adapun program radio dan televisi yang mendapat penghargaan antara lain Radia Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru menyabet dua penghargaan lewat program Berita Daerah dan Budaya Melayu Riau. Begitu juga dengan Radio Pemkab Siak merebut satu penghargaan.

Riau Televisi menyabet penghargaan lewat program berita Detak Riau. Begitu juga dengan TVRI Riau Kepri yang menyabet dua penghargaan.(Mediacenterriau)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018