Senin, 10 Desember 2018

Bupati Kabupaten Siak, Syamsuar, M.Si menghadiri acara panen perdana kebun Kelapa Sawit Rakyat, Rabu, 4 Desember 2018.

siak | Selasa, 4 Desember 2018 | Dibaca: 4
Bupati Siak Hadiri Acara Panen Kebun Kelapa Sawit Rakyat

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Bupati Kabupaten Siak, Syamsuar, M.Si menghadiri acara panen perdana kebun Kelapa Sawit Rakyat, Rabu, 4 Desember 2018.

Kegiatan ini perdana dilakukan bersama para petani kelapa sawit yang tergabung dalam KUD Mulus Rahayu di Provinsi Riau dan jajaran Muspida Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, serta Head of Plantation Asian Agri, Omri Samosir dan Regional Head Asian Agri wilayah Riau, Pengarapen Gurusinga.

Sejalan dengan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang digiatkan oleh Pemerintah Indonesia, sebanyak 135 petani plasma kelapa sawit menandai kesiapan panen kebun mereka seluas 310 hektar yang telah diremajakan sejak April 2016 lalu.

Dalam sambutannya, H. Syamsuar mengapresiasikan kepada para petani atas tekad dan kerja keras para petani untuk meremajakan kebun sawitnya agar memperoleh produktivitas yang lebih baik.

H. Syamsuar juga mendorong para petani lain yang kebun sawitnya sudah tidak produktif untuk mempertimbangkan dan tidak ragu melakukan peremajaan kebun sawit

Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan koperasi petani yang dipimpinnya melewati masa peremajaan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah termasuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Bank Syariah Mandiri selaku pihak perbankan serta Asian Agri sebagai perusahaan mitra yang telah mendukung pelaksanaan peremajaan sawit kemitraan dengan perusahaan," ujar KUD Mulus Rahayu.

Menurut Pawito mampu menjawab kekhawatirannya pada saat dirinya akan memutuskan untuk melakukan program peremajaan.

“Salah satu kekhawatiran saya adalah ketika harus menghadapi masa tunggu, dimana pendapatan berkurang karena tanaman belum menghasilkan. Namun melalui kemitraan dengan perusahaan, selain memperoleh bantuan dan pendampingan dalam masa persiapan hingga proses peremajaan, kami mendapatkan pelatihan ekonomi alternatif seperti salah satunya yang kami usahakan adalah ternak ikan patin, sehingga penghasilan kami tetap terjaga hingga saat ini,” ujar Pawito. (Mediacenterriau)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018