Senin, 10 Desember 2018

Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menahan dua tersangka perkara dugaan korupsi proyek jalan multi years Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (5/12/17).

Hukum | Kamis, 6 Desember 2018 | Dibaca: 498
Perkara Tipikor Jalan MY Bengkalis
KPK Tahan Mantan Kadis PU dan Dirut PT. MRC

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menahan dua tersangka perkara dugaan korupsi proyek jalan multi years Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (5/12/17). Kedua orang tersangka itu adalah, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis, HM. Nasir dan Direktur Utama PT. Nawatindo Road Construction, Hobby Siregar selaku  kontraktor pelaksana.

Hal ini dikatakan juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi wartawan, Rabu (5/12/18) malam sebagaimana dirilis detik.com.

"KPK melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap 2 tersangka kasus dugaan korupsi jalan di Bengkalis, berinisial MNS dan HOS," kata Febri Diansyah.

Febri menjelaskan, kedua tersangka tersebut kini sudah ditahan di rumah tahanan yang berbeda. Masa penahanan selama 20 hari pertama untk melengkapi berkas perkaranya.

"MNS ditahan di Rutan Guntur, HOS ditahan di Rutan Salemba," tegas Febri.

M Nasir merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis saat 5 paket proyek multi years Pemerintah Kabupaten Bengkalis digulirkan pada tahun 2013-2015 era Bupati Bengkalis Herliyan Saleh.

Salah satu paket, yakni Jalan Lingkar Pulau Rupat dari Batupanjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dengan anggaran Rp528 miliar, itu dikerjakan PT. Mawatindo Road Construction.

Sementara itu, sampai saat ini KPK masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menentukan naik atau tidaknya status Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam kasus itu. "Sampai saat ini belum ada tersangka baru. Bupati Bengkalis (Amril) masih saksi sampai hari ini," ujar Febri.‎

Perkara dugaan korupsi proyek jalan multi years Kabupaten Bengkalis mulai terhendus KPK pada tahun 2016.

Setahun kemudian pihak KPK menetapkan HM. Nasir yang saat ini menjabat Sekretaris Kota Dumai sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan Direktur Utama PT. Mawatindo Road Construction, Hoby Siregar sebagai tersangka.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, HM. Nasir juga dicekal ke luar negeri. Ini terjadi saat HM. Nasir dan istri mau berangkat haji. Saat itu, HM. Nasir dan istri sudah berada di embarkasi Batam menuju Jeddah.

Masih dalam perkara ini, KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor PU dan Gedung DPRD. Dari penggeledahan ini, KPK membawa banyak dokumen.

Pada 1 Juni 2018, KPK kembali melakukan penggeledahan. Dengan dalih proyek MY lingkar Rupat, KPK menggeledah rumah dinas Bupati Bengkalis. Dari kediaman dinas bupati tersebut KPK mengamankan uang tunai Rp1,9 miliar.

Saat penggeledahan itu, di pendopo rumah dinas bupati tengah berlangsung acara pemberian bonus kepada atlet yang berlaga di Porprov.

Namun, sampai saat ini belum ada keterangan dari KPK apakah uang Rp1,9 miliar itu terkait perkara jalan multi years atau dalam perkara lain.

Berikut 5 paket Jalan Multiyaers tahun 2013-2015 dengan total anggaran Rp2,4 triliun.

1. Jalan Lingkar Rupat dikerjakan PT. MRC nilai proyek Rp528 miliar

2. Jalan Lingkar Bengkalis dikerjakan PT. Waskita Karya Rp430 miliar

3. Jalan Poros Bukit Batu-Siak Kecil dikerjakan PT. Artha Niaga Rp369 miliar

4. Jalan Lingkar Duri Timur PT. Nindya Karya Rp235 miliar

5. Jalan Duri-Sei Pakning PT. Citra Gading Asritama Rp537 miliar. (rudi)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 6 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Sabtu, 1 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Kamis, 29 November 2018

HUKRIM
Kamis, 6 Desember 2018
Kamis, 6 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018
Rabu, 5 Desember 2018