Senin, 25 Maret 2019

Polsek Senapelan Polresta Pekanbaru menggelar konferensi pers mengungkap kasus penganiayaan berat di Mapolsek Senapelan, Rabu, 26 Desember 2018.

Hukum | Kamis, 27 Desember 2018 | Dibaca: 31
Polsek Senapelan Gelar Ungkap Kasus Aniaya Berat

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Polsek Senapelan Polresta Pekanbaru menggelar konferensi pers mengungkap kasus penganiayaan berat di Mapolsek Senapelan, Rabu, 26 Desember 2018.

Dalam Konpres dihadiri Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, SIK, SH, MH yang diwakili Kapolsek Senapelan Kompol Agung Tri Adiyanto, SIK yang didampingi Kanit Reskrim Ipda Budi Winarko, ST dan awak media.

Dalam Konpres tersebut dijelaskan, terungkapnya kasus ini berawal pada Senin, 24 Desember 2018 sekira pukul 13.30 WIB di jalan Kapur, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, saat itu tersangka berada ditempat cucian miliknya, tiba-tiba didatangi korban Anwir Yamadi (58), wiraswasta, Islam, warga jalan Sengkawang Kecamatan Senapelan bersama sopirnya hendak mencuci mobil dicucian milik tersangka.

Selanjutnya tersangka mendekati korban dan tidak lama kemudian tersangka langsung mengayunkan parang panjang yg dipegangnya kearah kepala dan tangan korban sebelah kiri sebanyak 2X, hinga korban mengalami luka robek dibagian kepala dan tangan sebelah kiri dan banyak mengeluarkan darah.

Kapolsek Senapelan mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penganiayaan di Jalan Kapur, Kemudian Kapolsek senapelan langsung memerintahkan  anggotanya melalui kanit reskrim untuk langsung ke TKP.

Sesampai di TKP, anggota Polsek Senapelan langsung mengamankan lelaki paruh baya yangg bernama H. Menok (83) diduga orang yang melakukan penganiayaan tersebut, serta mengamankan BB berupa parang panjang yang diduga alat untuk melakukan penganiayaan.

Sedangkan Anggota Polsek Senapelan yang lainnya langsung ke RS Santa Maria untuk melihat kondisi korban dan didapati kepala korban dan tangan korban mengalami luka robek yang cukup parah.

Dari interogasi dilapangan tersangka H.Menok mengakui dirinya telah melakukan penganiayaan berat kepada korban Anwir dengan menggunakan parang panjang miliknya.

Tersangka H.Menok mengakui dirinya melakukan penganiayaan tersebut dikarenakan merasa kesal kepada korban, karena korban telah merekom seorang pekerja untuk bekerja ditempat cucian mobil miliknya, namun baru 3 hari bekerja pekerja tersebut sudah berhenti dan alat-alat cucian mobil seperti beberapa bagian hidrolik dan vacum (pembersih debu) hilang, selanjutnya tersangka dan BB dibawa ke Polsek Senapelan guna proses lebih lanjut.

Pasal yang disangkakan tersangka disangkakan melanggar pasal Pasal 351 ayat 2 Jo Pasal 354 ayat 1 KUHPidana

Adapun BB yang diamankan 1 parang panjang yang terbuat dari besi, 1 helai celana jeans warna biru.

Terpisah, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH membenarkan kejadian tersebut terjadi dan saat ini sudah ditangani Polsek Senapelan di Back Up Sat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Kapolresta mengimbau kepada masyarakat dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada melalui Bhabinkamtibmas yang ada di kelurahan masing-masing agar permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan diantara yang berselisih. (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019

HUKRIM
Selasa, 19 Maret 2019
Sabtu, 16 Maret 2019
Sabtu, 16 Maret 2019
Kamis, 14 Maret 2019
Kamis, 14 Maret 2019