Minggu, 17 Februari 2019

Pemerintah Provinsi Riau melalui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman

ekonomi | Sabtu, 19 Januari 2019 | Dibaca: 35
Meranti Berpotensi Kota Miliki Jaringan Gas

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman mengatakan Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota yang memiliki Jaringan Gas (Jargas).

Hal ini telah dijelaskan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) menginginkan Kabupaten Meranti memberikan lampu hijau untuk pembangunan Jargas yang bersumber dari Blok Malaka Straits tersebut.

Namun menurut Indra, kesempatan ini tergantung dari Pemerintah Kabupaten Meranti lagi, apakah bisa memanfaatkan kesempatan ini.

"BPH Migas sudah memberikan lampu hijau. Tinggal Pemkab Meranti lagi," kata Indra di kantornya, Jumat (18/1/19).

Menurut Indra, Jargas tersebut terlaksana, maka sumber gas yang terdapat di lepas pantai tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Meranti secara langsung. Seperti elpiji atau pun melalui Jargas yang langsung dialirkan dari rumah ke rumah warga.

Kebutuhan untuk Jargas ini tidak terlalu besar, hanya memanfaatkan sisa penggunaan gas untuk PLTG yang diperoleh dari Blok Malaka Straits.

Adapun potensi gas di Blok Malaka Straits yang bisa untuk memenuhi kebutuhan gas di Meranti tersebut berkisar 1-3 MMBTU.

"Untuk Jargas ini tak butuh gas besar, beda dengan kalau kita mau bangun pembangkit listrik harus besar," ujarnya.

Ditanya kapan Kota Jargas di Kepulauan Meranti ini diwujudkan, Indra menyatakan untuk membangun ini prosesnya panjang. Namun kalau tahun ini dimulai, tahun 2020 Jargas sudah bisa dinikmati warga Meranti.

Karena, menurutnya, untuk membangun jaringan ini butuh keamanan tinggi. Kalau jaringan yang bangun BUMN, tapi tetap yang punya kendali Pemkab Meranti dan Pemprov Riau.

Selain potensi gas ada, tambah Indra, pertimbangan BPH Migas bangun Kota Jargas di Meranti karena konsep kotanya disana masih dalam penataan, sehingga lebih mudah membangun jaringan ketimbang kota padat penduduk.

"Kalau kotanya baru ditatakan gampang bangun jaringan. Beda dengan Pekanbaru sudah padat penduduk dulu baru dibangun Jargas. Kalau teman-teman BPH Migas melihatnya seperti itu," paparnya. (Mediacenterriau)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Sabtu, 19 Januari 2019
Kamis, 17 Januari 2019
Kamis, 17 Januari 2019
Rabu, 16 Januari 2019
Rabu, 16 Januari 2019

HUKRIM
Jumat, 15 Februari 2019
Jumat, 15 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019