Jumat, 26 April 2019

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Aden Gultom didampingi Kepala Bappeda Provinsi Riau, Rahmat Rahim beserta jajaran lainnya menggelar konferensi pers yang dilaksanakan setiap awal bulan, di lantai II, Kantor BPS Provinsi Riau, Senin (1/4/

ekonomi | Senin, 1 April 2019 | Dibaca: 101
Hasil Pantauan BPS, Tiga Kota di Riau Terjadi IHK 136,30

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, hasil pemantauan BPS Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada Maret 2019 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,11 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,15 pada Februari 2019 menjadi 136,30 pada Maret 2019.

Dengan demikian, ungkap Aden Gultom didampingi Kepala Bappeda Provinsi Riau, Rahmat Rahim beserta jajaran lainnya menjelaskan, tingkat deflasi Tahun Kalender sebesar 0,29 persen dan tingkat Inflasi Tahun ke Tahun/Year on Year sebesar 1,30 persen.

Hal ini dikatakan Aden Gultom kepada wartawan, Senin (1/4/19) dalam konferensi pers yang dilaksanakan setiap awal bulan, di lantai II, Kantor BPS Provinsi Riau.

Dalam konferensi pers, Kepala BPS Riau Aden Gultom menjelaskan Inflasi gabungan 3 kota di Riau pada bulan Maret 2019 sebesar 0,11 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen dengan andil 0,06 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen dengan andil 0,03 persen, kelompok sandang sebesar 0,13 persen dengan andil 0,01 persen.

Kelompok bahan makanan sebesar 0,07 persen dengan andil 0,02 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,03 persen dengan andil 0,001 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen dengan andil 0,002 persen.

"Komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar adalah bawang merah, ketupat/lontong sayur, angkutan udara, udang basah, bawang putih, dan mie kering instan," jelasnya, Senin (1/4/2019).

Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,08 persen dengan andil deflasi sebesar -0,02 persen.

Sementara dari 23 Kota di Sumatera yang menghitung IHK, menurut Aden, 16 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,39 persen, diikuti oleh Tembilahan sebesar 0,38 persen, serta Bungo dan Bandar Lampung masing-masing sebesar 0,35 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 0,07 persen.

Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung, Padang, dan Jambi. Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut, Tembilahan di urutan ke-2, Pekanbaru urutan ke-15, dan Dumai urutan ke-16. (rima)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019

HUKRIM
Selasa, 23 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Senin, 15 April 2019
Kamis, 11 April 2019
Selasa, 9 April 2019