Kamis, 17 Oktober 2019

Tasik Nambus akan menjadi tempat wisata Mandi Safar, ini adalah salah satu upaya untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.

meranti | Sabtu, 13 April 2019 | Dibaca: 169
Wisata Mandi Safar Diyakini Angkat Ekonomi Masyarakat

MERANTI, RIDARNEWS.COM - Tasik Nambus akan menjadi pusat wisata Mandi Safar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Jika ini terealisasi diyakini akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Mandi Safar ini akan menjadi Destinasi populer di Meranti jika kita bersama membantu mengembangkannya", kata Rizki Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) saat ditemui Ridarnews.com, Sabtu (13/04/2019) siang.

Ia juga mengatakan, wisata Mandi Safar ini sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, sehingga dalam hal ini masyarakat bisa merasakan feedback dari adanya objek wisata tersebut.

"Pariwisata ini jika bisa kita kembangkan, maka akan menetes kebawah, itu akan dirasakan oleh masyarakat setempat sebagai feedback dari kawasan mereka yang dijadikan tempat wisata", ucapnya.

Rizki mengungkapkan, pengembangan iven wisata kearifan lokal dan rama lingkungan itu dibantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) serta didukung penuh Bupati Kepulauan Meranti.

"Dalam hal ini, Bupati sangat mendukung karena selain membangun kembali nilai budaya dan meningkatkan ekonomi masyarakat, alam juga dapat terjaga dengan baik", tutup Rizki.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tengku Fadli Fakhrudin, kepada wartawan menegaskan, wisata mandi safar berdampak positif bagi masyarakat setempat sebagai peningkatan nilai ekonomi mereka.

"Ini sudah sangat jelas dirasakan masyarakat dari segi ekonomi, mereka juga sangat mendukung. Tingkat perekonomian mereka akan terus meningkat", tegasnya.

Iven tahunan (Mandi Safar) di Tasik Nambus, Desa Darul Ta'dzim, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, digelar Rabu terakhir dibulan Safar atau Rabu Wekasan. Disparpora sudah menujuk Laskar Melayu Merah Putih sebagai penggiat pariwisata ini sejak tahun 2018 yang lalu.

Pada kesempatan itu, Kadisparpora menjelaskan, Mandi Safar ini bagian dari 'Halal Tourism'. Juga bagian dari Industri Pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim dengan pelayanan merujuk pada aturan-aturan Islam.

"Tidak menutup kemungkinan bagi wisatawan non muslim yang ingin berdestinasi, tapi dengan syarat mereka juga harus mengikuti aturan-aturan yang diterapkan pada kawasan wisata 'Halal Tourism'," ujarnya. (Juna)

BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019
Senin, 23 September 2019

HUKRIM
Rabu, 16 Oktober 2019
Selasa, 15 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Minggu, 13 Oktober 2019