Minggu, 16 Juni 2019

Tindakan Teorifi Laia (30) warga Jalan Toman, Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, agar Pemilu bersih dari politik uang patut dicontoh, Selasa (23/4/19).

politik | Selasa, 23 April 2019 | Dibaca: 130
Terkait Dugaan Politik Uang Seret Caleg Hanura

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Tindakan Teorifi Laia (30) warga Jalan Toman, Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, agar Pemilu bersih dari politik uang patut dicontoh, Selasa (23/4/19).

Mengapa tidak. Kendati diberi uang yang diduga tim sukses dari Caleg Partai Hanura berinsial KH, Teorifi justru melaporkan pemberian uang tersebut ke Bawaslu Kota Pekanbaru.

Dalam laporannya ke Bawaslu Kota Pekanbaru, selasa siang, peristiwa ini berawal ketika pada Senin, tanggal 15 April Teorifi dipanggil oleh Ketua RTnya, Padesi, saat pelapor mengambil air minum di sumber air bersama yang ada di RT tersebut.

Dalam pertemuan itu, Padesi menyuruh Teorifi memilih Caleg Partai Hanura berinisial KH yang sehari-hari adalah seorang rohaniwan.

Sebagai kompensasi, Padesi memberi Teorifi 2 amplop berisi uang masing-masing Rp100.000.

"Saya dikasih dua amplop masing-masing isinya seratus ribu. Satu amplop untuk istri saya," kata Teorifi kepada staf Badan Pengawas Pemilu Kota Pekanbaru, Iqbal Indra Purna, SH, Selasa siang.

Masih menurut pelapor, selain amplop Padesi juga memberikan contoh surat suara Caleg Partai Hanura Kota Pekanbaru dengan menyebutkan berinisial KH seorang sarjana theologi dan contoh surat suara Partai Hanura DPR RI dengan menyebutkan nama Caleg berinisial KKM.

"Saya tak bisa baca, pak. Ketika Pak Padesi mengasih saya uang dan contoh surat suara, dia menyuruh saya memilih KH. Namun, tidak menyuruh saya memilih KKM," kata pelapor kepada Iqbal.

Kendati mendapat uang Rp200.000, bukan berarti lelaki tak bisa tulis baca ini senang. Sebaliknya dia justru ketakutan. Takut terjerat hukum politik uang, Teorifi Selasa siang melaporkan perkara politik uang ini ke Bawaslu. Saat ini, perkara ini tengah diproses oleh Bawaslu Kota Pekanbaru.

Sementara itu, KH yang coba dikonfirmasi wartawan, Selasa sore mengaku saat ini pihaknya tengah fokus menunggu penghitungan suara .

Kalau contoh surat suara itu kan umum, mungkin ada yang kurang berkenan atau rival-rival yang kurang senang. Tapi, untuk masalah ini, saya no comment. Oke, brother.

Kita sekarang lebih fokus ke penghitungan suara," tambah Krismat.

Ketika ditanya terkait laporan yang terkait namanya yang ditangan Bawaslu, KH menyerahkan masalah itu ke Bawaslu. "Itu (Proses) kewenangan Bawaslu, kalau dimintai klarifikasi oleh Bawaslu saya siap," ujarnya. (Rudi).



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019

HUKRIM
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Jumat, 14 Juni 2019
Kamis, 13 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019