Minggu, 18 Agustus 2019

Semakin beraninya para waria menjajakan diri di Kota Pekanbaru membuat Front Pembela Islam (FPI) gerah dan merazia tempat mangkal para warian dan kos-kosan komunitas LGBT tersebut, Kamis (16/5/19) dini hari.

pekanbaru | Kamis, 16 Mei 2019 | Dibaca: 154
Aparat Cuek, FPI Razia Waria dan Kosan LGBT

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Semakin beraninya para waria menjajakan diri di Kota Pekanbaru membuat Front Pembela Islam (FPI) gerah dan merazia tempat mangkal para warian dan kos-kosan komunitas LGBT tersebut, Kamis (16/5/19) dini hari.

Turun tangannya FPI merazia waria dan kosan LGBT, karena aparat yang berwenang memberantas berkembangnya waria di Kota Madani ini terkesan cuek.

Sebelum mendatangi kosan tersebut, FPI Pekanbaru terlebih dahulu menginvestigasi lokasi mangkal dan tempat kos-kosan komunitas LGBT tersebut.

Setelah diketahui lokasi mangkal dan kosan komunitas pelacur laki-laki tersebut, Kamis dini hari sekitar pukul 00.00 WIB, puluhan masa FPI Pekanbaru yang sudah berkumpul di Markas FPI di Jalan Melur, Labuhbaru menuju kos-kosan LGBT di Jalan SM Amin tepatnya di samping gerbang masuk kampus Universitas Riau.

Terkena razia mendadak dari FPI, belasan waria yang diduga tengah menanti tamu itu kaget. Sebab, selama ini mereka tak pernah kedatangan tamu seperti FPI. Kendati demikian, masih ada beberapa waria yang berhasil melarikan diri dan ada juga yang sembunyi di kamar mandi.

Ketua FPI Pekanbaru Husni Thamrin melalui Wakabid Khilafah Hendrik, wartawan mengaku sangat menyayangkan adanya tempat berkumpulnya komunitas LGBT (Waria) di Kota Pekanbaru.

"Sangat disayangkan sekali, LGBT ini sudah jelas menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran Al Quran dan hadist Rasulullah SAW," ujarnya.

Apalagi, ungkap Hendrik, lokasi mangkal para pelacur lanang (pria) ini tak jauh dari pintu gerbang kampus UR, tempat generasi muda menuntut ilmu.

"Lokasinya dekat sekali dengan kampus, ini dapat merusak generasi muda Riau," tegasnya.

Menurut Hendrik, selain menjadi tempat berkumpul kosan juga dijadikan tempat prostitusi bagi komunitas LGBT tersebut.

Dini hari itu, sebanyak 15 orang waria berhasil digaruk dan diberikan peringatan tidak lagi mengulangi perbuatannya dan meninggalkan daerah itu dengan membuat surat perjanjian.

"Didampingi RT dan Pemilik kos, para waria ini kita beri peringatan keras. Dan juga membuat surat perjanjian dan harus meninggalkan kosan tersebut secepatnya," terangnya.

Ditegaskan Hendrik, pihaknya akan terus bergerak mencari tempat berkumpul komunitas LGBT lainnya di Kota Pekanbaru.

"Kita tidak ingin di Riau khususnya Pekanbaru berkembang LGBT, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam," tegasnya.

Selain itu, FPI juga mendatangi sejumlah warnet yang masih buka hingga larut malam bahkan sampai pagi.

Hendrik mengungkapkan, apa yang dilakukan FPI Pekanbaru dalam rangka menjalankan instruksi Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang menyebutkan tidak ada tempat hiburan, maupun warnet yang bukan hingga larut malam, apalagi tempat maksiat.

"Tidak ada tempat bagi pelaku maksiat untuk berkembang di wilayah Riau, khususnya Kota Pekanbaru," pungkasnya.  (RIMA)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Senin, 5 Agustus 2019
Sabtu, 3 Agustus 2019
Jum'at, 2 Agustus 2019
Kamis, 1 Agustus 2019
Rabu, 24 Juli 2019

HUKRIM
Jumat, 16 Agustus 2019
Rabu, 14 Agustus 2019
Rabu, 14 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019