Minggu, 16 Juni 2019

Bupati Pelalawan HM Harris bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Techno Park Pelalawan,

adv | Jumat, 17 Mei 2019 | Dibaca: 136
Dirikan ST2KSI Cara Kabupaten Pelalawan Mencetak Generasi Emas

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Kehadiran Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit Indonesia (ST2KSI) di kawasan Techno Park, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, merupakan salah satu cara Kabupaten Pelalawan mencetak generasi emas dalam menghadapi persaingan global.

Perguruan tinggi ini diresmikan pada 6 Januari 2019 lalu oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Techno Park Pelalawan, itu awalnya merupakan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang diresmikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani  bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI Muhajir Effendi pada 14 Maret 2018 lalu.

Dalam kunjugan itu, Puan dan Muhajir Effendi sekaligus melakukan Grand Opening kawasan Techno Park Pelalawan.

Dalam sambutannya, Menko PMK Puan  mengatakan, bahwa pemerintah pusat sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan dapat menjadikan ST2P sebagai Science Techno Park (STP) yang mapan dan mandiri pada tahun 2019.

Techno Park Pelalawan sangat tepat pada hilirisasi produk turunan kelapa sawit. Techno Park Pelalawan yang juga melibatkan koperasi petani sawit, akan memperkuat rantai industri hilirisasi produk turunan kelapa sawit. ST2P ini  termasuk megah dibandingkan STP lain yang pernah kunjungi, " ujar Puan saat itu.

Dirinya berharap Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) diharapkan mampu menghasilkan banyak perusahaan pemula yang terkait dengan sawit maupun produk turunan sawit. Dengan demikian akan berdampak pada perekonomian petani sawit dan perekonomian daerah penghasil.

Diungkapkannya, membangun sebuah STP juga membutuhkan kolaborasi antar unsur pemerintah, akademisi dan pelaku usaha. Sinergi itu, jelasnya, memungkinkan untuk dibangunnya sistem inovasi yang kuat dan berujung pada industri yang berdaya saing dan penumbuhan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi.

“Membangun STP dengan bergotong-royong akan lebih mempercepat pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi dan kesejahteraan rakyat. Hingga tahun 2017 dari 22 STP yang ditargetkan, sudah ada 16 STP yang mapan," ungkapnya.

Sementara itu, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendorong Pemkab Pelalawan dan ST2KSI  untuk mengambil bagian dalam  mewujudkan kebijakan ketahanan energi nasional, dengan ikut membangun  pabrik kelapa sawit yang menghasilkan Industrial Palm Oil (IPO).

Luhut menyampaikan, konversi minyak sawit menjadi BBM merupakan proyek super strategis yang wajib didukung oleh stakeholder terkait, termasuk Pemerintah Daerah saat menghadiri penandatanganan MoU oleh Bupati Harris dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang pengembangan Techno Park Pelalawan di Kampus ITB.

Pada waktu bersamaan juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman kerjasama antara ITB dengan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P).

MoU ini merupakan bagian dari kebutuhan dukungan teknologi pada Rencana Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Koperasi Petani Swadaya dengan sistem BOT (Built Operate and Transfer) oleh PT. Pindad Persero, di Kawasan Techno Park Pelalawan.

Dengan ditekannya MoU dengan ITB, ungkap Luhut, maka rencana membangun Pabrik IPO akan segera terwujud.

Nantinya, produk yang dihasilkan IPO akan dikirim ke kilang minyak PT. Pertamina di Dumai untuk diolah menjadi Gasoline, Premium, Biosolar, dan lain-lain.

Langkah berikutnya yang diperlukan Pemda Pelalawan adalah adanya kesepakatan dengan PT. Pertamina sebagai off taker IPO yang dihasilkan di Kawasan Techno Park tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanan Pembangunan Derah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan, Ir. M. Syahrul Syarif, M. Si menyebutkan,  saat ini ITB sedang mengembangkan katalis yang akan mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar minyak (BBM). Katalis yang dikembangkan oleh Prof. Subagyo merupakan faktor penting mengubah minyak sawit menjadi BBM.

Menko Kemaritiman sengaja mengunjungi Laboratorium Katalis ITB dalam rangka memastikan kesiapan teknologi konversi minyak sawit menjadi Gasoline, Premium, Pertamax dan Avtur.

ST2KSI juga tekan MoU dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri.

Disamping dengan ITB, Sekolah Tinggi  Teknologi Kelapa Sawit Indonesia Kabupaten Pelalawan juga meneken Mou dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, seperti dengan Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand,  Tarlac Agriculture University, Philippines,  Moscow City University, Rusia dan Institute of Business, Timur Leste.

MoU ini menjadi kebanggan tersendiri khususnya bagi Kabupaten Pelalawan dan Propinsi Riau, karena menjadi bagian dari kerjasama pendidikan perguruan tinggi di bidang industri era 4.0 yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mencetak generasi emas  Pelalawan untuk menghadapi persaingan global 2025  dalam mendukung Program Nasional.

Sebagaimana disampaikan Ketua ST2KSI Pelawan, Prof. DR. H. Detri Karya, MA.

" ST2KSI  Pelalawan baru- baru ini melaksanakan Mou dengan perguruan tinggi luar negeri ternama yang mana tujuan dari Mou tersebut kita siap untuk bekerjasama dalam menghadapi industri era 4.0 bagi generasi muda Pelalawan dan bagaimana nantinya kedepan agar ST2KSI Pelalawan menjadi perguruan tinggi kelas dunia, terutama di bidang persawitan," kata Detri Karya.

Mantan Rektor Universitas Islam Riau ini menambahkan, penandatangan MoU dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan International Symposium, Global Summit of University Leaders dengan tema Managing higher education in the industrial Era 4.0 west and East experiences di  Universitas Islam Malang beberapa waktu yang lalu.

Detri melanjutkan, kegiatan tersebut di hadiri Menteri Pendidikan RI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Perguruan Tinggi, serta 14 Pimpinan Universitas Luar Negeri dan 80 Pimpinan Perguruan Tinggi Dalam Negeri.

Sementara itu, dengan adanya ST2KSI Pemkab Pelalawan berharap akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang handal menuju Pelalawan Emas.

Pasalnya, Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan salah satu Tekno Park terluas di Indonesia, yakni seluas 3.750 hektar, nantinya merupakan sebuah komplek, tempat dimana lembaga riset, perguruan tinggi dan industri membina hubungan bersinergi untuk menciptakan, menghasilkan dan mengembangkan usaha-usaha produktif berbasis pengetahuan.

Teknopolitan akan mendorong pengembangan ekonomi dan daya saing daerah melalui penciptaan peluang bagi usaha baru, yang inovatif dan mampu bersaing baik skala nasional maupun internasional.

Untuk itu, Bupati Kabupaten Pelalawan HM Harris terus menggalang kerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah pusat dan daerah serta seluruh industri yang berada di Kabupaten Pelalawan.

HM. Harris berharap kehadiran Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit Indonesia menjadi ujung tombak untuk pertumbuhan dan pengembangan kawasan teknopolitan.

Aplikasi Triple Helix Model

Pengembangan kawasan teknopolitan harus diikuti dengan ketersediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri yang akan dikembangkan. ST2P dengan dua program studi Agroteknologi dan Teknik Industri, mempersiapkan kebutuhan tersebut. Namun, dosen, peneliti, dan mahasiswa yang melakukan riset sering kali kekurangan dana karena minimnya anggaran dana penelitian dari pemerintah.

Sedangkan selama ini industri menikmati lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di perusahaannya, tetapi belum begitu besar dukungannya dengan memberikan beasiswa, peluang magang, atau kursus singkat kepada mahasiswa yang sedang studi di kampus.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu mendorong perusahaan agar jangan hanya menampung alumni terbaik universitas dan memanfaatkan hasil risetnya saja, tetapi juga memasok dana yang besar untuk kepentingan penelitian dan studi para dosen dan mahasiswa sehingga terciptalah hubungan “simbiosis mutualisme” antar ketiganya.

Semakin eratnya pola relasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri membuat Leydesdorff dan Etzkowitz (2001), menyebutnya sebagai Triple Helix model.

Menurut Leydesdorff dan Etzkowitz (2001), munculnya Triple Helix model disebabkan beberapa perkembangan dunia yang terjadi secara bersamaan.

Pertama, interkoneksi yang semakin kuat antara institusi penghasil pengetahuan dan para pengguna pengetahuan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya para industriawan dan ilmuwan bekerja sama melakukan prioritas penelitian yang akan dilakukan. Sehingga terjadilah transfer pengetahuan dan teknologi sebagai hasil produksi pengetahuan dari para ilmuwan yang bekerja di perguruan tinggi ke industri.

Kedua, semakin masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, metamorfosa komputer kotak ke komputer jinjing (laptop) dan telephone genggam ke handphone, membuat pengetahuan mudah diperoleh dari sumber manapun.Ketiga, cepatnya tumbuh kembangnya teknologi informasi dan komunikasi memiliki konsekuensi logisnya terjadinya perubahan bentuk koordinasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dari vertikal ke lateral yang memangkas rumitnya birokrasi. Sehingga seiring waktu sinergi ketiganya (Perguruan Tinggi-Pemerintah-Industri) semakin padu.

Sebagaimana ditunjukkan dari gambar Triple Helix model.
Kegiatan yang ditaja Bappeda Kabupaten Pelalawan merupakan realisasi dari bentuk hubungan yang sangat sinergis antara pemerintah, ST2KSI, dan industri.

Keberadaan staf ahli teknopolitan, PPKS, SKPD terkait, dan ST2KSI merupakan kemasan yang sangat tepat memulai semua rencana dan mengaplikasikannya segera.

Sementara Kepala Bappeda Ir M Syahrul Syarif menyatakan, diskusi panjang dan persetujuan yang dicapai dalam kegiatan tersebut sangat penting dan segera diaplikasikan sesuai rencana.

ST2KSI,  Pemkab Pelalawan, dan industri di Kabupaten Pelalawan terus bersinergi untuk dapat mengaplikasikan bentuk hubungan Triple Helix model, sehingga pertumbuhan dan pengembangan kawasan teknopolitan dapat terlaksana seperti yang direncanakan.

Bentuk kerjasama dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh ketiga pihak sampai saat ini:

Jalinan kerjasama yang diperkuat melalui MoU

Dukungan yang diberikan oleh pemerintah dalam memfasilitasi menjadi kekuatan bagi ST2KSI untuk bergerak lebih cepat.

Adanya arahan Bupati HM Harris dan SKPD terkait terhadap lebih kurang 40 perusahaan di Kabupaten Pelalawan untuk memberikan bantuan beasiswa, magang, bantuan penelitian pada dosen dan mahasiswa, menjadi benang merah untuk ST2KSI menjalin kerjasama pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan.

Sebagai perguruan tinggi baru, ST2KSI tidak bisa hanya mengharapkan bantuan dana hibah yang diterima melalui Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) saja. ST2KSI masih membutuhkan pendanaan yang tidak ada dialokasikan di bantuan hibah tersebut. Saat ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu.

Namun diharapkan bantuan beasiswa dari setiap perusahaan dalam Tahun Ajaran 2017/2018 dapat terealisasi. Bantuan Penelitian dan Penelitian bersama.

Banyak proposal penelitian dosen ST2KSI saat ini masih menunggu dukungan dana dari berbagai industri, terutama perusahaan di Kabupaten Pelalawan khususnya.

ST2KSI dengan visi sebagai pusat penelitian kelapa sawit dunia selalu mengacu pada penelitian yang berbasis kelapa sawit.

Dukungan dan bantuan penelitian yang saat ini baru diterima berasal dari Balitbangda Kabupaten Pelalawan dan dukungan magang dan kuliah lapangan beberapa perusahaan sangat membantu penguatan ilmu dan pengalaman mahasiswa sebagai aplikator masa depan.

Sharing ilmu sebagai dosen tamu

Dosen ST2KSI merupakan tenaga pengajar yang sangat professional di bidangnya.

Dukungan dari para ahli yang ada di lapangan akan memberikan warna yang berbeda karena apa yang mereka sampaikan, akan menjadi pengalaman real bagi mahasiswa sebelum pelaksanaan magang dan masuk di lingkungan masyarakat.

Oleh sebab itu ST2KSI memfasilitasi para pakar lapangan yang ahli di bidang Agroteknologi dan Teknik Industri untuk menjadi dosen tamu.

Dengan komitmen semua pihak,

peran ST2KSI sebagai Perguruan tinggi dengan Tri Dharma Perguruan Tingginya yaitu: Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian dan Pengembangan; dan Pengabdian kepada Masyarakat, berdasarkan UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, khususnya Pasal 58, memiliki Fungsi dan Peran sebagai berikut: (1) wadah pembelajaran Mahasiswa dan Masyarakat; (2) wadah pendidikan calon pemimpin bangsa; (3) pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (4) pusat kajian kebajikan dan kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran; dan (5) pusat pengembangan peradaban bangsa.

Peran industri sebagai sektor yang secara langsung berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang berbasis profit, memiliki kelebihan dalam hal kajian kelayakan pemanfaatan inovasi dalam skala yang besar.

Selain itu, sektor industri sebagai sektor yang aktivitasnya berorientasi pada memenuhi kebutuhan pasar (market oriented), memiliki pengenalan yang baik akan kebutuhan- kebutuhan masyarakat yang merupakan pasar itu sendiri.

Oleh karena itu peran sektor industri dalam koridor Triple Helix ini adalah analisis akan ketersediaan pasar dan pendampingan kepada perguruan tinggi khususnya dalam proses fabrikasi (scale up) inovasi.

Peran Pemerintah dalam pengembangan inovasi tidak terlepas dari kewenangannya sebagai pelaksana peraturan perundangan, sekaligus pengguna anggaran pembangunan dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan sebagaimana tercantum di dalam Pembukaan UUD NKRI.

Serta mencapai visi dan misi pembangunan sebagaimana yang telah dirumuskan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional.

Oleh karena itu, dalam pengembangan inovasi, pemerintah memiliki peran penting dalam hal memberikan kepastian hukum, memberikan dukungan prasarana dan infrastruktur bagi pengembangan inovasi, mengembangkan kurikulum yang kondusif bagi berkembangnya inovasi di ST2KSI dan bagi kalangan Industri. (Advertoria)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019

HUKRIM
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Jumat, 14 Juni 2019
Kamis, 13 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019