Sabtu, 17 Agustus 2019

Ilustrani (Internet)

pelalawan | Sabtu, 18 Mei 2019 | Dibaca: 145
Sindikat Pembunuh Daud Hadi Dituntut Berbeda

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Arianto, Temi dan Isap, komplotan pembunuh yang menewaskan aktivis Daud Hadi (56) dituntut berbeda oleh jaksa penuntut umum (JPU) Marthalius, SH, dari Kejaksaan Negeri Pelalawan, Kamis (16/5/19) malam.

Arianto, mantan Kepala Desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan dituntut 17 tahun penjara, sedangkan Temi Supriadi alias Temi, mantan Sekdes Sialang Godang  dan Syafri alias Isap eksekutor yang menghabisi Daud Hadi pada 10 April 2018 lalu, itu masing-masing dituntut 15 tahun penjara.

Amar tuntutan itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Pelalawan dengan Ketua majelis hakim Meilinda Aritonang SH.

Berbeda dengan Temi dan Isap yang tidak berbelit-belit dipersidangan, Arianto justru berbelit-belit. Bahkan Arianto mengaku tidak ada menyuruh terdakwa Temi yang kemudian memerintahkan Isap segera mengeksekusi korban.

Karena jujur dan mengakui perbuatannya menjadi alasan JPU menuntut hukuman lebih ringan 2 tahun dibanding Arianto.

Marthalius SH dalam tuntutannya menjelaskan, terdakwa Temi dan Isap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar pasal 340 junto 55 ayat (1).

"Terdakwa jujur, mengakui semua perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata Marthalius kepada wartawan usai pembacaan amar tuntutan.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa Temi dan Isap akan mengajukan pleidoi.

Menurut Isap, rencana pembunuhan terhadap Daud Hadi dirancang oleh Arianto, Temi, Isap, Ipui dan Sandi.

Dalam pertemuan itu, Arianto meminta Temi mencari orang untuk menghabisi Daud Hadi. Dari rencana itu, melalui Sandi disepakati menggunakan tenaga Isap dan Ipui.

"Memang saya yang bayar, tapi atas kesepakatan Pak Wali (Arianto). Jasa Isap dan Ipui akan bayar setelah Dana Desa dicairkan," terang Temi .

Sementara Isap kepada wartawan mengaku pasrah atas tuntutan 15 tahun penjara. Bahkan, Isap mengaku 15 tahun penjara dirasa pantas, karena pembunuhan tersebut bukan atas kemauannya. Tetapi, atas perintah Arianto.

"Saya akui, saya sebelum bunuh Daud Hadi minta petunjuk sama pak wali (Arianto), dan dia (Arianto) bilang bunuh aja. Tapi, jangan disini dan jangan orang sini (Desa Sialang Godang). Soal duit suruh Temi bayar dulu nanti cair dana desa baru di ganti," ungkap isap. (Ishar.D)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Senin, 5 Agustus 2019
Sabtu, 3 Agustus 2019
Jum'at, 2 Agustus 2019
Kamis, 1 Agustus 2019
Rabu, 24 Juli 2019

HUKRIM
Jumat, 16 Agustus 2019
Rabu, 14 Agustus 2019
Rabu, 14 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019