Minggu, 16 Juni 2019

Dalam putusanya, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa Robinson Raja GukGuk dan Lamtiur Nainggolan terbukti melanggar undang-undang Pemilu karena dua kali menyoblos saat Pemilu pada 17 April 2019 lalu.

politik | Rabu, 29 Mei 2019 | Dibaca: 156
Nyoblos 2 Kali, Robinson dan Lamtiur Dipenjara 10 Hari

SIAK, RIDARNEWS.COM - Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura yang menyidangkan perkara Pemilu menjatuhkan hukuman masing-masing 10 hari kurungan dan denda Rp1 juta atau subsider 3 hari kurungan kepada terdakwa Robinson Raja Gukguk dan  Lamtiur Nainggolan.

Amar putusan ini dibacakan Ketua majelis hakim Rozza El Afrina, SH, M.Kn, MH, dan hakim anggota Risca Fajarwaty, SHan MH, dan Hj. Yuanita Tarid, SH, MH, Selasa (28/5/19) siang.

Dalam putusanya, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa Robinson Raja GukGuk dan Lamtiur Nainggolan terbukti melanggar undang-undang Pemilu karena dua kali menyoblos saat Pemilu pada 17 April 2019 lalu.

Dimana pada Rabu tanggal 17 April 2019  Robinson Raja GukGuk dan Lamtiur Nainggolan memberikan suaranya lebih dari 1 kali di TPS berbeda yaitu pada TPS 12 Kampung Kandis dan TPS 10 Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Informasi bahwa kedua terdakwa menyoblos 2 kali disampaikan Lundo Sitorus seorang warga Kampung Kandis kepada Pengawas TPS (PTPS) di TPS 12.

Peristiwa ini berawal ketika pada tanggal 17 April lalu, berbekal surat C6 Robinson Raja GukGuk dan Lamtiur Nainggolan pada 17 April pagi, sekitar pukul 09.00 WIB,  memberikan hak suaranya (menyoblos) di TPS 12 Kampung Kandis, Kecamatan Kandis. Usai itu, sekitar pukul 10.00 WIB, berbekal surat C6, keduanya memilih (menyoblos) lagi di TPS 10 Kampung Kandis Kecamatan Kandis dengan nama yang berbeda yaitu Robinson Aritonang dan Lamtiur Maida Lumban Raja

Berdasarkan informasi tersebut Bawaslu Kabupaten Siak melakukan penelusuran dengan mengundang ketua KPPS TPS 12 dan Ketua KPPS TPS 10 serta PTPS 12, dan PTPS 10 Kampung Kandis untuk dimintai keterangan dan mendapatkan bukti-bukti yang lebih kuat.

Pada hari Senin, 22 April Bawaslu Kabupaten Siak memutuskan bahwa informasi dugaan pelanggaran tersebut dijadikan temuan dan telah diregister dan dibahas Sentra Gakkumdu (SG)1 bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan.

Pihak Sentra Gakkumdu kemudian mengklarifikasi kepada Lundo Sitorus, ketua dan anggota KPPS TPS 12, ketua dan anggota KPPS TPS 10 Kampung Kandis. Dan pada tanggal 27 April 2019 Bawaslu Kabupaten Siak 3 penyidik yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu Kabupaten Siak memeriksa Robinson Raja GukGuk dan Lamtiur Nainggolan di Kantor pengadilan Negeri Siak komplek perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura.

Hasil dari klarifikasi kemudian Bawaslu Siak melakukan pembahasan Gakkumdu (SG)2 untuk menentukan apakah ditindaklanjuti atau dihentikan. Rekomendasi hasil pembahasan, bahwa perkara pelanggaran Pemilu ini dilanjutkan ke tahap Penyidikan dan dilimpahkan ke Polres Siak.

Pada tanggal 9 Mei 2019 Bawaslu Kabupaten Siak melimpahkan berkas perkaranya ke Polres Siak.

Pada tanggal 20 Mei 2019, penyidik Sentra Gakkumdu Siak melimpahkan perkara ini ke Kejaksaan Siak untuk dilakukan P21. Setelah itu jaksa melakukan P21 dan diserahkan ke pengadilan negeri Siak pada tanggal 24 Mei 2019 untuk dilakukan persidangan di pengadilan.

Pada tanggal 28 Mei 2019 sekira pukul 11:00 wib, bertempat di pengadilan negeri siak, majelis hakim persidangan memutuskan bahwa terdakwa Robinson Raja GukGuk dan Lamtiur Nainggolan divonis hukuman pidana penjara 10 hari dengan subsider 3 hari kurungan dan denda 1 juta rupiah. (RIMA)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019
Senin, 10 Juni 2019

HUKRIM
Sabtu, 15 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Jumat, 14 Juni 2019
Kamis, 13 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019