Minggu, 20 Oktober 2019

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin membuka festival lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Jum'at (31/5/19) malam.

bengkalis | Jumat, 31 Mei 2019 | Dibaca: 178
Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok

BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Bupati Bengkalis, Amril Mukminin membuka festival lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Jum'at (31/5/19) malam.

Tak banyak kepala dinas yang hadir pada malam pembukaan itu. Sementara dalam pembukaan tersebut, Bupati didampingi Sekda H. Bustami HY, juga terlihat Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto, perwakilan Kodim 0303 Bengkalis dan Ketua LAM Kabupaten Bengkalis.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, festival lampu colok yang gelar setiap malam 27 bulan puasa atau malam tujuhlikur, itu merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu yang harus dilestarikan agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

Selain itu, pembuatan lampu colok dalam berbagai corak dan miniatur Masjidil Haram seperti yang dibangun masyarakat Desa Pangkalan Batang, itu memerlukan kerjasama yang kuat.

Dengan demikian, festival ini tidak hanya menumbuh kembangan budaya lokal juga memupuk semangat gotong royong ditengah-tengah masyarakat yang saat ini sudah mulai luntur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Budaya dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Anharizal kepada wartawan mengatakan, sistem festival tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelum-sebelumnya juara pertama hanya satu, tapi tahun ini tidak. Setiap kecamatan ada juaranya.

"Tahun ini kita memakai sistem dapil (atau kecamatan) setiap juara kecamatan mendapat hadiah uang tunai Rp15 juta," kata Anharizal.

Ditempat yang sama, Abdul Hamid ketua panitia lampu colok Desa Pangkalan Batang mengakatan, untuk membangun lampu colok berbentuk miniatur Masjid yang dihiasi ribuan colok (lampu yang terbuat dari kaleng), itu menghabiskan dana Rp17 juta.

Disamping itu, setiap malam pinitia harus menyediakan 2,5 drum minyak tanah untuk menghidupi ribuan colok tersebut. Menurut Abdul Hamid, seluruh biaya tersebut dibebankan kepada dana desa.

"Biaya pembangunan lampu colok saja menghabiskan dana Rp17 juta. Belum termasuk minyak tanah 2,5 drum setiap malam," kata Abdul Hamid. (Rudi)

BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Jumat, 18 Oktober 2019
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019

HUKRIM
Sabtu, 19 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Kamis, 17 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019