Rabu, 17 Juli 2019

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH bersama Dandim 0313/ KPR Letkol Inf Aidil Amin SPi, Kasatpol PP Kampar Drs. Nurbit mengunjungi Masyarakat Desa Koto Aman yang bertahan di Lokasi Perumahan KTK2 Nanjak Desa Koto Garo Kecamatan Tapun

kampar | Sabtu, 15 Juni 2019 | Dibaca: 152
Kapolres Kampar Kunjungi Warga Koto Aman, Warga: "Kami Pengurus PEKAM, Pak"

TAPUNG HILIR, RIDARNEWS.COM - Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH bersama Dandim 0313/ KPR Letkol Inf Aidil Amin SPi, Kasatpol PP Kampar Drs. Nurbit yang mewakili Bupati Kampar serta Upika Tapung Hilir, Jumat sore (14/6/19) mengunjungi Masyarakat Desa Koto Aman yang bertahan di Lokasi Perumahan KTK2 Nanjak Desa Koto Garo Kecamatan Tapung Hilir.

Pada saat Kapolres Kampar beserta rombongan tiba dilokasi ini, Korlap (Kordinator Lapangan) dari Aksi Unras Masyarakat Desa Koto Aman ini tidak terlihat bersama masyarakat dan diduga sudah melarikan diri sehingga masyarakat terlantar di lokasi tersebut.

Pada kesempatan ini Kapolres Kampar menyempatkan waktu untuk bertatap muka dan berdialog dengan warga Desa Koto Aman dengan penuh keakraban.

Kapolres Kampar mengucapkan Selamat Idul Fitri dan menyampaikan permohonan maaf lahir bathin kepada seluruh masyarakat Desa Koto Aman.

Kemudian, Kapolres Kampar menanyakan kepada masyarakat, apakah saat ini ada pengurus PEKAM yang hadir, lalu spontan masyarakat menjawab mereka semua pengurus PEKAM.

"Kami semua pengurus PEKAM, pak," ujar masyarakat dengan spontan kepada Kapolres.
 
Kepada wartawan, Kapolres menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan yang masuk dari Masyarakat Desa Koto Aman, baik di Polres Kampar maupun Polda Riau.

"Apabila ada masyarakat yang merasa memiliki lahan di areal PT. SBAL ini, maka dipersilahkan melapor ke Polres Kampar atau Polda Riau maupun Mabes Polri dengan melengkapi dokumen dan legalitas kepemilikan lahan," kata Kapolres.

Permasalahan ini telah berlarut larut dan berdampak buruk terhadap investasi di Kabupaten Kampar dan Pemda Kampar bersama pihak Kepolisian selalu terbuka dengan masyarakat untuk berkomunikasi dan berdiskusi terkait kepentingan Masyarakat.

"Namun apabila ada masyarakat yang mengganggu ketertiban umum atau kepentingan masyarakat lainnya, maka ini merupakan pelanggaran dan bisa diproses secara hukum," terang Kapolres lagi.

Salahsatu Korlap Aksi masyarakat Desa Koto Aman, Dapson beberapa waktu lalu telah diproses hukum di Polda Riau dan Kapolres menjamin bahwa proses ini akan berjalan secara adil sesuai mekanisme Perundang-undangan yang berlaku.

Diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum, sehingga terpaksa berurusan dengan pihak Kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kampar menanyakan tentang tuntutan masyarakat dan masyarakat menyampaikan permintaan agar dilakukan pengukuran ulang terhadap HGU PT. SBAL yang telah diganti rugi dan apabila ada kelebihan maka harus dikembalikan kepada masyarakat Desa Koto Aman.

Kasatpol PP Kampar kemudian meminta agar masyarakat Koto Aman ini dapat kembali ke rumahnya masing-masing, dan apabila nantinya ada yang melakukan pelanggaran hukum maka hal itu menjadi kewenangan pihak Kepolisian.

Menutup penyampaiannya Nurbit mengajak masyarakat untuk berdoa semoga ada jalan terbaik atas permasalahan antara warga Desa Koto Aman dengan PT. SBAL ini.

Selanjutnya, Dandim 0313/ KPR menyampaikan bahwa dirinya telah berdinas selama 2 tahun di Kabupaten Kampar dan telah beberapa kali menangani permasalahan lahan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Dandim telah bertemu secara empat mata dengan para pentolan PEKAM antara lain sdr. Dabson, Irfan dan Anton.

Selanjutnya Dandim menyarankan agar masyarakat pulang kerumah masing-masing karena tidak ada peluang untuk mendapatkan lahan.

Hal yang bisa dilakukan saat ini adalah agar membuka kembali perundingan dengan pihak Perusahaan PT.SBAL.

Mengakhiri penyampaiannya. Dandim mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Koto Aman, namun hendaknya kekompakan ini dapat diarahkan kepada hal yang positif, jelasnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Koto Aman ini mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kampar dan rombongan yang telah berkenan hadir mengunjungi masyarakat.

"Permasalahan tuntutan masyarakat Desa Koto Aman bermula pada tahun 2007 dimana saat itu Kepala Desa sendiri sebagai pencetusnya, namun 2 tahun yang lalu Kepala Desa membuat surat kuasa kepada pengurus PEKAM Irfan dan Akmal untuk menyelesaikan permasalahan Desa Koto Aman dengan PT. SBAL," kata Kades.

Selanjutnya Dapson dan Anton bergabung kedalam PEKAM, sehingga arah perjuangan PEKAM mulai mengarah kepada keuntungan kelompok tertentu dan tidak sesuai dengan kesepakatan semula sehingga Kepala Desa mencabut mandatnya kepada PEKAM.

Kepala Desa Koto Aman ini mengimbau kepada masyarakat agar kembali kerumah masing-masing, namun masyarakat tidak menerimanya dan tetap akan bertahan di Lokasi Perumahan KTK2 Nanjak Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir ini.

Sekira pukul 20.40 WIB, Kapolres Kampar beserta rombongan meninggalkan Lokasi Perumahan KTK2 Nanjak Desa Kota Garo Dan selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan kondusif. (rls)



BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Rabu, 10 Juli 2019
Selasa, 2 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
Minggu, 30 Juli 2019

HUKRIM
Selasa, 16 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Kamis, 11 Juli 2019