Rabu, 16 Oktober 2019

Jaksa penuntut umum (JPU) Marthalius, dari Kejari Pelalawan menuntut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Kuras Sugeng (40), warga Pangkalan Kuras 1 tahun penjara.

politik | Jumat, 28 Juni 2019 | Dibaca: 173
Gelembungkan Suara Caleg, JPU Tuntut Ketua PPK Pangkalan Kuras 1 Bulan Penjara

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Jaksa penuntut umum (JPU) Marthalius, dari Kejari Pelalawan menuntut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Kuras Sugeng (40), warga Pangkalan Kuras 1 tahun penjara.

Karena diduga menggelembungkan suara untuk Caleg Partai Golkar bernama Nurlaili dan Caleg Gerindra bernama Sudirman dengan cara mengurangi suara Caleg lain di partai masing-masing. Amar tuntutan itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Pelalawan, Kamis (27/6) malam kemarin.

Sebelum putusan, saat sidang pemeriksaan terdakwa Sugeng menceritakan penggelembungan suara ini merupakan kesepakatan terdakwa dengan Panwascam bernama Empi.

Masih menurut Sugeng, otak penggelembungan suara ini adalah Empi. "Empi yang menyuruh dan ngajak saya melakukan itu (penggelembungan suara)," kata Sugeng dihadapan majelias hakim

Lebih jauh Sugeng menjelaskan, niat untuk merubah hasil rekapitulasi suara Caleg dari Partai Golkar dan Gerindra bermula dari ajakan Empi.

Untuk mematangkan strategi itu, Empi dan terdakwa melakukan beberapa kali pertemuan. Pertemuan pertama terdakwa dengan Empi dan Caleg Nurlaili yakni tanggal 23 dan 24 April 2019,

"Dalam pertemuan dengan ibuk Hj Nurlaili saya di jemput oleh Empi dengan mobil Suzuki SX Over. Sedangkan pertemuan dengan Sudirman keesokan harinya di Nilam Sari atas permintaan Empi," terangnya.

Dengan keterangan terdakwa, ketua majelis hakim yang memimpin sidang, Melinda Aritonang SH memerintahkan Bawaslu Kabupaten Pelalawan untuk menindaklanjutinya. "Kepada Bawaslu tolong diproses anggota Panwascam bernama Empi," tegas Melinda Aritonang.

Terhadap keterangan terdakwan, JPU dalam tuntutannya menyebutkan terdakwa Sugeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pemilu dengan cara mengurangi suara calon legislatif (caleg) satu partai, dan menambahkannya ke caleg lain dipartai yang sama. Akibat perbuatan terdakwa merugikan orang lain.

Untuk itu terdakwa dituntut melanggar Pasal 532 jo Pasal 554 jo Pasal 53 dengan hukuman penjara 1 bulan, dan denda Rp5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Mendengar amar tuntutan tersebut, terdakwa Sugeng terlihat santai.

Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Melinda Aritonang didampingi hakim anggota Joko Sucipto dan Nurrahmi, menunda sidang dan akan dilanjutkan Minggu dengan agenda putusan. (ishar.D)

BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019
Senin, 23 September 2019

HUKRIM
Selasa, 15 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Minggu, 13 Oktober 2019
Jumat, 11 Oktober 2019