Rabu, 18 September 2019

Ratusan anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (Ormas PP) yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Besar Pemuda Pancasila, mendesak Kapolda Riau agar mengusut dugaan korupsi proyek multiyears komplek Perkantoran walikota Pekanbaru

Hukum | Rabu, 24 Juli 2019 | Dibaca: 199
Diduga Habiskan Rp1,6 Triliun, PP Desak Polda Usut Proyek Perkantoran Pemko Pekanbaru

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Ratusan anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (Ormas PP) yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Besar Pemuda Pancasila, mendesak Kapolda Riau agar mengusut dugaan korupsi proyek multiyears komplek Perkantoran walikota Pekanbaru di Tenayan Raya yang diduga telah menghabiskan APBD Rp1,6 triliun.

Desakan ini disampaikan massa berpakaian Pemuda Pancasila saat berunjukrasa di Mapolda Riau, Rabu (24/7/19) siang.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Keluarga Besar Pemuda Pancasila menegaskan proyek multiyears pembangunan gedung kantor Walikota dan beberapa buah kantor dinas di sampingnya di komplek perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru berada di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru. Proyek itu dimulai tahun anggaran 2014 lalu dan sampai sekarang belum selesai. Proyek yang belum selesai itu diduga telah menghabiskan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Pekanbaru sebesar Rp1,6 triliun.

Kondisi ini membuat Aliansi Keluarga Besar Pemuda Pancasila berang. Mereka meminta penegak hukum agar mengusut penggunaan anggaran tersebut. Menurut Aliansi Keluarga Besar Pemuda Pancasila dana Rp1,6 triliun itu sangat bermanfaat jika dipergunakan membangun fasilitas publik dan dalam menghentaskan kemiskinan di Kota Pekanbaru yang berjuluk Kota Smart Madani.

Salah satu masalah yang sangat krusial dihadapi warga Kota Pekanbaru adalah masalah banjir musim hujan dan kerusakan jalan. Massa Pemuda Pancasila menuding Pemko melalui Dinas PUPR tidak maksimal mengatasi kedua persoalan ini, yakni merawat jalan dan drainase.

"Rp1,6 triliun sudah dihabiskan untuk membangun perkantoran Pemko di Tenayan, Sementara masyarakat selalu disuguhi jalan rusak dan banjir dikala musim hujan," kata salah seorang orator pengunjukrasa.

Sementara itu, ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa menegaskan akan memantau pernyataan sikap yang telah disampaikan di Polda Riau. "Jika Polda Riau tidak menanggapi, Aliansi keluarga Besar Pemuda Pancasila akan menurunkan massa lebih banyak lagi untuk mendeseak Kapolda Riau agar mengusut dugaan korupsi pembangunan komplek perkantoran Pemko di Tenayan Raya.

"Kita menunggu, kalau tidak ditindaklanjuti, kita akan turun lagi dengan massa lebih banyak," kata Iwan Pansa didampingi Korlap Mustakim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Pekanbaru, Indra Pomi ketika dikonfirmasi, Rabu sore belum bisa berkomentar. Indra mengaku tengah mengumpulkan data tentang penggunaan dana APBD untuk pembangunan komplek perkantoran Pemko tersebut.

"Nantilah. Sekarang saya lagi mengumpulkan data terkait proyek tersebut," kata Indra. (rudi)

 


















BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Selasa, 17 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Minggu, 8 September 2019

HUKRIM
Sabtu, 14 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Rabu, 11 September 2019