Selasa, 15 Oktober 2019

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis juga menggelar Sidang Paripurna Istimewa yang digelar di ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Bengkalis, Selasa (30/7/2019) pagi.

adv | Selasa, 30 Juli 2019 | Dibaca: 222
Sidang Paripurna Istimewa HUT Bengkalis ke-507, Menuju Bengkalis Maju dan Makmur

BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Ulang Tahun Bengkalis selalu diperingati dalam sebuah Sidang Paripurna Istimewa.

Tahun ini, tepatnya Selasa (30/7/2019) pagi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis juga menggelar Sidang Paripurna Istimewa yang digelar di ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Bengkalis.

Sidang Paripurna Istimewa itu bertema "Dengan semangat hari jadi ke-507 Bengkalis, Kita tingkatkan Semangat Kerja Bersama Menuju Bengkalis Maju dan Makmur".

Sidang tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Abdul Kadir, dihadir Bupati Bengkalis, Amril Mukmini, Gubernur Riau, Drs.H. Syamsuar, M.Si, Wakil Ketua DPRD Riau, dan para Wakil Ketua DPRD serta 39 anggota DPRD kabupaten Bengkalis.

Dalam kata sambutannya, H. Abdul Kadir dan atas nama anggota DPRD kabupaten Bengkalis tak lupa mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Bengkalis dan mohon maaf lahir batin kepada hadiran dan masyarakat Bengkalis.

Kemudian Abdul Kadir menjelaskan ditetapkannya tanggal 30 Juli sebagai hari jadi Bengkalis bukan tanpa alasan. Sebab, pada tanggal 30 Juli 1512 merupakan sejarah bagi masyarakat Bengkalis. Dimana pada tanggal 30 Juli 1512 para pejuang Bengkalis melakukan perlawanan terhadap Bangsa Portugis Pago Muar (Sekarang Malaysia).

Untuk itu, ungkap Abdul Kadir, ditetapkan hari jadi tanggal 30 Juli ini sebuah sejarah perjuangan Bengkalis dan telah termaktub dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 20 Tahun 2004 tentang penetapan Hari Jadi Bengkalis.

Abdul Kadir kemudian menceritakan kilas balik perjuangan masyarakat Bengkalis dalam melawan bangsa asing (Portugis).

Perlawanan tersebut terjadi saat Sultan Kejaraan Malaka, Sultan Mahmud Syah mengutus Laksamana Hang Nadim yang merupakan anak dari Hang Jebat, untuk membangun kekuatan tempur di Bengkalis dan Bukit Batu untuk melawan Portugis. Bengkalis waktu itu, di bawah pimpinanBathin Senggoro yang bernama Bathin Hitam mempersiapkan pasukan dari suku Senggeren.

Bukit Batu mempersiapkan pasukan dari suku Tenggayun yang dipimpin Tun Megat, bersama suku-suku laut dibawah pengawasan Sultan Mahmud Syah.

Dipimpin oleh Laksamana Hang Nadim pada Juli 1512, pasukan gabungan tersebut menyerbu pasukan Portugis yang dipimpin Fernaopires De Andrade di Pagoh Muar. Dalam pertempuran yang sengit itu, akhirnya pasukan melayu gabungan dapat mengalahkan dan memukul mundur Portugis di Pagoh Muar. "Pada tahun-tahun berikutnya, tambah Abdul Kadir saling serang antara Portugis dan Sultan Mahmud Syah terus terjadi.

Lebih lanjut, anak jati Pulau Rupat itu menegaskan, kemenangan suku Senggeren dari Bengkalis inilah yang menjadi dasar tim pencari data perumus hari jadi Bengkalis menetapkan tanggal 30 Juli sebagai hari jadi Bengkalis yang saat ini sudah memasuki usia ke-507 tahun.

"Peristiwa heroik ini menjadi tonggak sejarah bahwa kita telah menunjukkan eksistensi kepada bangsa penjajah, bahwa masyarakat Bengkalis memiliki semangat juang yang luar biasa dan gagah berani," ujarnya.

Untuk itu, politisi Partai Amanah Nasional itu mengingatkan generasi muda khususnya anak-anak Bengkalis agar tidak melupakan sejarah. "Jangan lupa sejarah, menghormati sejarah berarti menghormati diri kita sendiri. Jangan sekali kali melupakan sejarah," ungkapnya.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa pahlawannya, tentunya masyarakat dapat mengenang perjuangan pahlawannya melalui Sejarah bangsanya," kata Abdul Kadir menyitir pesan Proklamator Bung karno.

Selanjutnya, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam Sidang Paripurna Istimewa itu menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun Bengkalis sudah yang ke-14, yang dimulai tahun 2005 silam.

"Momentum peringatan hari jadi ini, selayaknya kita gunakan untuk melihat ke belakang, bahwa lebih dari sekedar saksi sejarah, Kota Bengkalis merupakan bagian integral perjuangan putra putri terbaik di tanah terubuk ini, berjuang bersabung nyawa melawan keangkuhan Portugis tahun 1512 atau ±507 tahun silam," ungkap Amril.

Untuk mengenang jasa dan semangat para pahlawan dan pendiri Kota Bengkalis. Apa yang telah dilakukan hari ini, setiap derap langkah membangun Kota Bengkalis sebagai ibukota Kabupaten Bengkalis, senantiasa dijiwai semangat patriotisme untuk menciptakan kehidupan yang aman, tenteram, adil, makmur dan sejahtera, sebagaimana diwariskan para pejuang terdahulu.

"Peringatan HUT Bengkalis tahun ini, mari kita jadikan sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah ini, dengan karya dan prestasi. Dan harapan akan masa depan yang lebih cemerlang, gemilang dan terbilang," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau H. Syamsuar yang duduk berdampingan dengan Bupati Amril, Abdul Kadir dan para wakil ketua DPRD Bengkalis, dalam kata sambutannya tak lupa menjelaskan target pembangunan yang berefek langsung terhadap masyarakat Kabupaten Bengkalis, yakni mengusulkan ruas Jalan Siak menuju Sungai Pakning- Bukit Batu dan Dumai menjadi jalan nasional.

Menurut Syamsuar, beberapa waktu lalu usulan tersebut telah disetujui Menteri PUPR melalui Balai PU. "Ini sangat membantu dan meringankan beban Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis," ungkapnya.

"Untuk itu, kami berharap kepada Bupati Bengkalis agar dapat mendukung pembangunan infrastruktur jalan tersebut dengan menghibahkan lokasi yang menjadi jalur jalan lingkar. Sehingga, jalan yang ada di tengah kota Sungai Pakning tidak rusak. Kemudian

Jalan Hang Tuah di Duri juga telah kami usulkan masuk menjadi jalan nasional," kata mantan Bupati Siak itu.

Kemudian lanjut Syamsuar, pembangunan di daerah sangat membutuhkan dukungan dari banyak pihak baik dari masyarakat maupun swasta, tentunya Pemerintah Provinsi akan terus memberi dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, salah satunya terkait rencana merangkai Pulau Bengkalis Dan Kepulauan Meranti sesuai dengan program kerja.

"Terkait Pulau Rupat, kami telah mengusulkan agar menjadi Pusat Khusus Ekonomi Pariwisata, dan hal tersebut telah kami sampaikan kepada Bapak Moeldoko dan Menteri Pariwisata berkenan untuk mengunjungi pulau ini. Semoga Pulau Rupat kedepannya akan menjadi pulau wisata yang akan didatangi para turis mancanegara," harap Syamsuar.

Di usia Bengkalis ke 507, dimata Syamsuar, Kabupaten Bengkalis telah banyak berubah dan semakin maju dan berkembang. Namun ada beberapa hal yang harus dibenahi bersama-sama, diantaranya permasalahan kebakaran hutan dan lahan, abrasi yang disebabkan gelombang laut dari Selat Malaka, menyiapkan infrastruktur di pulau dan daratan secara merata.

Syamsuar mengatakan bahwa Kepala BNPB Pusat beberapa waktu lalu meminta kepada TNI, Polri serta Pemerintah Daerah bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) agar bersinergi mengatasi karhutla yang sangat mengkhawatirkan di negeri ini.

Selanjutnya dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat, akan dilakukan kerjasama dengan peneliti dari Jepang tentang pemanfaatan lahan gambut yang nantinya dapat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terkait masalah abrasi, sambung mantan Bupati Siak, Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti telah berusaha maksimal agar pulau terluar bisa mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Alhamdulillah, BAPPENAS telah menyatakan siap untuk membantu tiga pulau yang terdampak abrasi yakni Pulau Rangsang, Bengkalis dan Rupat, untuk menjadi prioritas dari Menko Maritim dan Instansi terkait lainnya agar dimasukkan kedalam RPJMN", kata Gubernur Syamsuar.

Peringatan HUT ke507 Bengkalis tahun ini juga dihadiri Forkopimda, para tokoj masyarakat, tokoh pemuda dan ratusan masyarakat yang duduk kidmat di kursi dibawah tenda yang sudah disediakan. (adv)

BERITA PILIHAN
Artikel Populer
NASIONAL
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Rabu, 2 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019
Senin, 23 September 2019

HUKRIM
Senin, 14 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Minggu, 13 Oktober 2019
Jumat, 11 Oktober 2019