Untitled Document

Dari Ajang Lomba Penelitian, Kulit Nenas Jadi Bahan Bakar
Editor: Rudi : Penulis Rudi
Jumat, 22 Desember 2017
Rayhan juga menunjukan cara mengolah limbah kulit nenas menjadi ethanol. Pertama limbah diblender (dihalus) dicampur Aquades (air murni). Setelah halus, kemudian disaring. Air hasil saringan ini di fermentasi (disimpan dalam wadah tertutup rapat) set

BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Di negeri ini banyak tumbuhan dan bahkan buah-buahan bisa dijadikan Bioethanol (bakan bakar) pengganti BBM kendaraan. Bioethanol itu disajikan peneliti muda (pelajar SMA) pada pameran penelitihan yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Bengkalis, Kamis (21/12/17) kemarin.

Sebanyak 10 tim peneliti yang dibiayai Balitbang Kabupaten Bengkalis menampilkan hasil penelitihannya.

Ke-10 tim itu terdiri dari, 5 tim tingkat pelajar SMA sederajat dan 5 tim dari perguruan tinggi (umum).

Pameran hasil penelitian ini dibuka oleh Assisten Administrasi Umum, Setdakab Bengkalis, Ir. H. T.H. Ilyas, MM.

Kepala Balitbang Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Sosial dan Pemerintahan, Samiran mengatakan, awalnya sebanyak 46 tim tingkat umum (Perguruan tinggi) dan 18 SMA sederajat di Riau yang mengajukan proposal penelitian ke Balitbang Bengkalis.

Setelah diseleksi, Balitbang menetapkan 5 tim SMA dan 5 tim perguruan tinggi melakukan penelitian dengan biaya dari Balitbang.

Tim peneliti dari SMA Mutiara Duri memamerkan hasil penelitiannya, yakni pemanfaatan limbah kulit Nenas (Ananas Comucus) sebagai bahan bakar alternatif Bioethanol

Rayhan Aqsath peneliti dari SMA Mutiara Duri kepada ridarnews.com mengatakan, dia dan dua temannya melakukan penelitian sejak Agustus 2017 dengan biaya dari Balitbang Kabupaten Bengkalis. Hasil penelitiannya sudah tiga kali diujicoba pada Agustus, Oktober, November.

Menurut Pelajar kelas XI SMA Mutiara ini, fermentasi karbohidrat kulit Nenas menjadi ethanol (bahan bakar) memerlukan waktu selama 7-9 hari

Rayhan menjelaskan, hasil penghitungan secara manual, nilai oktan ethanol hasil penelitiannya terdapat 90. Sementara BBM pabrikan oktannya 96.

Rayhan juga menunjukan cara mengolah limbah kulit nenas menjadi ethanol. Pertama limbah diblender (dihalus) dicampur Aquades (air murni). Setelah halus, kemudian disaring. Air hasil saringan ini di fermentasi (disimpan dalam wadah tertutup rapat) setelah ditambahkan ragi, bubuk NPK dan Urea.

Setelah 7-9 hari kemudian bahan yang telah difermentasi ini kemudian disaring lagi untuk proses destilasi (permurniaan dengan pemanasan dengan suhu maksimal 80 C).

Rayhan mengungkapkan, hasil penelitiannya, untuk 1 kg kulit nenas dapat menghasilkan bioethanol (bahan bakar) 250 mililiter. (Rudi)

 

 

 

 

INDEK TERBARU
lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

lingkungan : Jumat, 22 Desember 2017

 


Copyright @ 2018 RidarNews.com, All right reserved

Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Siber - Privacy Policy - Indeks News - Mobile Versi