Untitled Document

Merajuk, Syamsurizal Mundur Dari PAN, Zulmizan: Silahkan Aja
Editor: red : Penulis Rima
Senin, 22 Januari 2018
Syamsurizal

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Terhitung sejak 22 Januari 2018, Syamsurizal menyatakan mengundurkan diri dari pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Negeri (PAN) Provinsi Riau.

Mantan Bupati Kabupaten Bengkalis itu merajuk, karena niatnya untuk maju menjadi calon Gubernur Riau tak di dukung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

Tentang pengunduran diri Syamsurizal ini disampaikan Sekretaris DPW PAN Provinsi Riau, Tengku Zulmizan FA kepada Ridarnews.com melalui percakapan WhatsApp, Senin, 22 Januari 2018.

"Syamsurizal hari ini telah menyampaikan pengunduran diri sebagai Pengurus DPW PAN Riau sekaligus sebagai kader PAN dengan surat tertanggal 22 Januari 2018. Tidak ada pengembalian KTA," tulis Zulmizan melalui WA.

Ketika Ridarnews.com meminta tanggapannya, karena Syamsurizal merupakan tokoh politik yang cukup berpengaruh di wilayah Riau Pesisir (Dumai, Rohil, Bengkalis dan Meranti). Dan diyakini akan mempengaruhi perolehan suara pasangan calon gubernur Syamsuar-Edy Nasution yang diusung PAN, menurut Zulmizan biasa-biasa saja. Zulmizan menegaskan, kader partainya relatif besar. Kader bertambah dan berkurang itu bisa terjadi setiap hari.

Terkait tidak didukungnya Syamsurizal sebagai bakal calon Gubernur, menurut Zulmizal karena Syamsurizal cukup lama tidak aktif. Dan tidak melaksanakan tugasnya sebagai Wakil Ketua Pusat Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPW PAN Riau.

Zulmizan mengungkapkan, awalnya Syamsurizal berkata sibuk oleh pekerjaan sebagai konsultan perusahaan. Ternyata, Syamsurizal sibuk mengurus pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur. Sehingga melalaikan tugasnya sebagai kader partai.

"Saya kira selama ini partai cukup memahami dan memberi toleransi, walaupun banyak sekali tugas- tugas bidang POK yang terkendala akibat tidak aktifnya beliau. Selama ini tugas tersebut harus di-handle oleh pengurus lain," katanya lagi.

Zulmizan menambahkan, mundurnya Syamsurizal dari kepengurusan DPW PAN Provinsi Riau merupakan haknya sebagai kader.

"Ya, silahkan saja. Itu hak beliau. Tapi perlu kami sampaikan, bahwa beliau telah menyatakan mendukung dan menjadi tim pemenangan Cagubri lain selain yg diputuskan oleh DPP PAN, itu adalah tindakan indisipliner. Kalaupun seandainya beliau tidak mengundurkan diri, tentu partai akan bersikap untuk menindaknya sesuai ketentuan partai yang berlaku," tegas Zulmizan.

Seperti diketahui, DPP PAN akhirnya memutuskan mendukung Pasangan Syamsuar dan Edy Nasution yang dinilai punya potensi besar.

"Apalagi, saudaraku Syamsuar sekarang sudah resmi menjadi kader PAN dan memegang KTA PAN," ujarnya.

Dipaparkan Zulmizan, tidak didukung Syamsurizal oleh DPP PAN tentu juga ada alasan yang kuat serta kajian mendalam dan cermat.

"Persoalan kader atau tidak kader tetap jadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya kriteria, toleransi," pungkasnya. (Rima)

 

 

 

 

INDEK TERBARU
politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

politik : Senin, 22 Januari 2018

 


Copyright @ 2018 RidarNews.com, All right reserved

Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Siber - Privacy Policy - Indeks News - Mobile Versi